Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

26 September 2008

Lelaki Juga Menopause

BENARKAH lelaki mengalami 'menopause'? Ya. Ternyata lelaki yang memasuki usia 40-an juga mengalami kemunduran level hormon testosterone yang dikenal dengan andropause.

Terapis seks dari New York Times, Ian Kerner, mengatakan, andropause ini sudah dialami sekitar lima juta pria di Amerika Serikat.

Kemunduran hormonal yang dialami pria tidak sama seperti yang dialami perempuan. Pada pria, andropause datang lebih perlahan dengan sejumlah tanda. 

Hormone testosteron yang mulai pucat dan berkurang menyebabkan seorang pria menjadi lebih moody, cepat marah, dan tertekan. Tapi tidak semua pria yang mengalami penuaan dan penurunan hormone testosterone dikualifikasi mengalami andropause.

Lebih tepatnya andropause adalah sebuah kondisi kesehatan yang didiagnosa dengan tes darah yang menunjukkan level testosteron di bawah normal. Sayangnya hingga kini para ahli masih melanjutkan penelitian mengenai hormone yang bisa menggantikan testosterone, bukan bagaimana cara mengembalikan level testosteron.

Gejala terbesar yang ditunjukkan ketika seorang pria mengalami masa ini adalah dengan menurunnya libido. Testosterone sesungguhnya adalah hormon yang meningkatkan dan menyalakan gairah bagi seorang pria. 

Banyak pria kebingungan antara andropause dengan disfungsi ereksi, karena biasanya terjadi pada saat bersamaan dengan gejala sama. Sehingga pada akhirnya banyak pria mencari solusi dengan obat-obatan untuk disfungsi ereksi, seperti viagra untuk memperbaiki kemampuan ereksi.

Viagra memang terkadang bisa membantu untuk sekali penggunaan. Tapi seiring bertambahnya umur seorang pria, viagra tidak lagi bisa meningkatkan gairah untuk berhubungan seks, karena viagra tidak meningkatkan testosterone.

Yang terpenting adalah menerima proses 'menopause' pada pria dan membicarakannya dengan pasangan. Jangan lupa untuk memeriksakan tingkat hormon testosterone pada ahli endoerinoogist. 

Di luar terapi kesehatan, hal terpenting adalah mau memahami dan menerima bahwa seks menurun seiring perjalanan hidup. (sumber : inilah.com)


Perempuan Diabetes Sulit Orgasme


SEKS memegang peranan penting dalam kesehatan suatu hubungan dengan pasangan. Tapi jika Anda menderita penyakit kronik seperti diabetes, libido Anda cenderung menurun. 

‘’Turunnya libido pada perempuan umumnya terkait penyakit kronik. Akhirnya, karena Anda dalam kondisi tidak sehat, seks tidak lagi menjadi hal utama yang ada dalam pikiran Anda,’’ ungkap Mario Skugor, seorang endrocrinologist di Cleveland Clinic di Ohio.

Diabetes bisa menurunkan gairah Anda untuk bercinta. Penyakit ini bisa merusak pembuluh darah dalam tubuh, yang menghambat aliran darah ke organ tubuh, termasuk pada vagina dan clitoris. 

Inilah yang bisa mempengaruhi kemampuan seorang perempuan untuk bergairah, serta mengakibatkan berkurangnya cairan pada vagina sehingga menimbulkan rasa nyeri ketika sedang bercinta. 

Solusinya, Anda bisa membicarakan hal ini dengan pasangan, dan lebih memperlama foreplay. Foreplay akan sangat membantu menstimulasi gairah dan meningkatkan aliran darah ke seluruh organ tubuh, termasuk vagina dan clitoris.

Hal lain, jika gula darah tidak terkontrol dengan baik, bisa mempengaruhi fungsi pembuluh. Ini dipastikan oleh Wiiliam Petit, Direktur Kesehatan di Joslin Diabetes Center affiliate, Hospital of Central Connecticut. 

Selain merusak jaringan pemubuluh darah dan syaraf, juga menimbulkan masalah disfungsi seksual. Faktanya, 35% perempuan yang mengidap diabetes, mengalami berbagai macam disfungsi seksual, termasuk libido yang menurun, susah mencapai orgasme. (sumber : inilah.com)

Seks, Kunci Harmoni Keluarga


URUSAN keluarga, finansial, dan aktivitas seksual suami-istri. Itu tiga pokok persoalan seputar kehidupan rumah tangga. Dua yang pertama mempengaruhi 30-40% keharmonisan. Seks? Efeknya mencapai 80-90%! 

Zoya Dianaesthika Jusung, psikolog yang mendalami permasalahan seksual, menjelaskan hal itu. Seks, menurutnya, merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan rumah tangga. Ironisnya, retaknya keharmonisan rumah tangga justru kerap dipicu urusan seks. 

Sebenarnya, seks bukan masalah rumit asalkan pasangan tahu apa yang harus dilakukan. Sayangnya, tidak banyak pria yang memperhatikan kepuasan seksual pasangannya. 

‘’Tak jarang wanita melakukan fake orgasm atau pura-pura orgasme,’’ kata Zoya.

Jika hal itu sampai terjadi, tentu, efek psikologisnya membebani keharmonisan rumah tangga. Selain menipu diri dan pasangan, fake orgasm tidak akan menambah rasa percaya diri pasangan. 

Zoya mengatakan, komunikasi adalah hal terpenting dalam urusan seks. Pasangan harus bisa saling terbuka dan mengungkapkan apa yang mereka rasakan satu sama lain. 

Biasanya, si pria sibuk memikirkan apakah ia sanggup memuaskan pasangannya atau sebaliknya. Sementara si wanita sibuk bertanya-tanya apakah tubuhnya sudah cukup seksi di mata pasangannya.

Layaknya hidangan full set menu, seks yang memuaskan terdiri atas tiga tahap. Ketiganya adalah foreplay, intercourse, dan afterplay. Berdasarkan riset Global Better Sex Survey (GBSS) di 27 negara, termasuk Indonesia pada 2006, 50% pasangan di dunia belum sepenuhnya puas dengan kehidupan seks mereka.

‘’Jadi, satu tahap terabaikan, aktivitas seks jadi kurang memuaskan dan bisa menimbulkan hubungan yang tidak nyaman bagi kedua belah pihak,’’ kata Prof Wimpie Pangkahila, Guru Besar dan Ketua Pusat Studi Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali. 

Setiap hubungan seks yang normal akan melalui suatu reaksi seksual dengan orgasme sebagai puncaknya. Suatu reaksi seksual yang sempurna akan berlangsung melalui empat fase. 

Keempat fase itu adalah fase rangsangan (excitement phase), fase datar (plateu phase), fase orgasme (orgasm phase), dan fase resolusi (resolution phase). Reaksi seksual yang sempurna ini disebut siklus reaksi seksual.

Aktivitas hubungan seks, pada tahap foreplay, biasanya pasangan saling membangkitkan gairah. Wanita pada umunya paling menyukai kegiatan ini, tapi kebanyakan pria cenderung melewatkannya. Idealnya, kegiatan ini dilakukan bersama demi mencapai kepuasan seks bersama pula. 

Di tahap intercourse, ditandai penetrasi penis pada vagina. Berdasarkan hasil GBSS, kekerasan ereksi jadi faktor terpenting dalam mencapai hubungan seks yang memuaskan. Tapi, faktanya, hanya sepertiga dari pria dan wanita yang puas dengan kondisi kekerasan ereksi. Tercatat 48% pria mengaku punya masalah ereksi dalam hubungan seksnya.

Kekerasan ereksi sendiri terbagi empat skala yang disebut Erection Hardness Score. Tahap pertama diumpamakan seperti tapai; penis dalam keadaan normal. Tahap kedua seperti pisang rebus; penis mulai mengeras tapi belum cukup keras untuk melakukan pentrasi. 

Tahap ketiga; penis seperti sosis, sudah keras dan bisa melakukan penetrasi, tapi belum mencapai kekerasan yang diinginkan. Tahap keempat adalah tahap yang diidamkan setiap pasangan; penis diumpamakan mentimun.

Kepuasan pada tahap intercourse inilah yang kemudian terbawa hingga ke afterplay. Biasanya, di tahap ini, kondisi tubuh normal dan mampu digunakan pasangan untuk menikmati kepuasan seks bersama. 

Sebaiknya pasangan saling terbuka untuk membahas pengalaman seks yang baru terjadi. Tidak perlu malu mengungkapkan apa yang baru saja dirasakan bersama.

Hubungan pernikahan dijamin langgeng jika didukung komunikasi yang terbuka, jujur, dan lancar, baik di meja makan maupun di ranjang.

‘’Komunikasi yang lancar dan hubungan seks yang memuaskan adalah kunci utama langgengnya pernikahan,’’ tandas Zoya.

Sudah seperti itukah Anda dan pasangan Anda? (sumber : inilah.com)

25 September 2008

Kenali Penyebab Rasa Sakit Ketika Bercinta

Acara bercinta seyogianya menjadi momen yang menyenangkan bagi pasutri. Namun terkadang kita menjumpai beberapa rekan perempuan di sekitar kita yang mengaku kesakitan ketika sedang melakukan hubungan intim. Wah ... kenapa ya? Yuk coba kita cari tahu ...

BEBERAPA perempuan menderita kesakitan saat melakukan hubungan intim dengan 
pasangan, dikenal sebagai dyspareunia. Untuk sebagian besar perempuan, tentu saja hal ini sangat tidak menyenangkan. Bagaimana tidak, hubungan kedekatan yang paling intens dengan pasangan terhalang karena kesakitan yang tidak diinginkan.

Ingin tahu kenapa? Berikut beberapa penyebabnya dan solusi untuk mengatasinya :

1. Kurangnya Rangsangan Seksual
  Ini adalah masalah umum yang paling sering terjadi menyebabkan kesakitan saat 
hubungan intim. Saat tubuh perempuan siap melakukan hubugan intim, Miss V akan bersifat lentur untuk memudahkan penetrasi organ genital laki-laki. Saat hal ini terjadi, Miss V akan menjadi terlubrikasi untuk menghindari kemungkinan lecet.

Jadi saat tidak terangsang, Miss V tidak cukup terlubrikasi sehingga sakit saat organ pria 'memaksa' masuk. Namun jika Anda cukup terangsang namun tetap merasakan sakit saat penetrasi, segera temui dokter kandungan untuk mencari tahu penyebabnya.


2. Siklus Kesakitan

  Saat Anda kesakitan, hal itu menghalangi rangsangan seksual. Dan tentu saja kurangnya rangsangan akan menimbulkan rasa kesakitan lebih lanjut. Sejumlah perempuan biasanya mengenali siklus kesakitan ini, dan takut untuk melakukan hubungan intim, sebab takut rasa sakit akan datang lagi.

Ketakutan semacam ini juga menghalangi rangsangan, yang menyebabkan kesakitan saat pasangan mencoba penetrasi, begitu seterusnya seperti lingkaran setan tiada habisnya.

Jika sulit terangsang sehingga menyulitkan penetrasi karena rasa sakit yang muncul, di pasaran kini tersedia semacam alat yang diklaim dapat meningkatkan aliran darah ke klitoris dan bekerja meningkatkan sensasi dan lubrikasi pada Miss V.

Alat yang disebut 'Eros' ini adalah sebuah pompa vakum elektronik yang bisa digunakan di rumah, serupa dengan pompa yang biasa digunakan laki-laki bertahun-tahun untuk memperbaiki masalah disfungsi ereksi. Entahlah, apakah alat ini tersedia di Indonesia. Saran saya, sebaiknya Anda konsultasi dengan pakarnya sebelum memutuskan ikut menggunakannya.

3. Teknik Menolong Diri Sendiri
  Cobalah mengurangi rasa sakit saat berhubungan intim dengan berbagai cara berikut:

* Santai
  Ini hal terpenting yang wajib dilakukan. Mandi dulu biar segar dan wangi, bernapas dalam atau mendengarkan musik yang membuat Anda santai dan merasa nyaman.

* Pastikan Jiwa dan Pikiran Menyatu dengan Tubuh
  Saat melakukan hubungan intim, mind, body & soul merupakan paket kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Jika Anda punya konflik dengan pasangan yang mengganggu pikiran, selesaikan dulu, baru setelahnya bercinta.

* Latihan Otot Panggul
  Latihan ini akan meningkatkan aliran darah ke area genital dan membuatnya peka saat hadirnya rangsangan secara fisik.

* Fantasi Nakal
  Jangan ragu menggunakan fantasi seksual nakal agar membuat Anda bergairah. Bercinta dengan Brad Pitt? Boleh saja, asalkan pasangan Anda tak cemburu sih.

* Sensual Sebelum Acara Inti
  Merasa sensual sebelum melakukan aktivitas seksual? Boleh banget. Sisihkan waktu 
untuk diri sendiri dan biarkan tubuh fokus pada sensasi rangsangan yang diberikan.

* Cukup Lubrikasi
  Sulit merangsang klitoris yang kering. Gunakan lubrikasi untuk mempercepat proses rangsangan, siapkan selalu alat penolong ini di dekat tempat tidur

* Rangsanglah Sistem Saraf Simpatik
  Contohnya dengan olahraga, menonton film seram, bermain dengan roller coaster atau lakukan hal apapun yang meningkatkan tekanan jantung. Penelitian menegaskan bahwa tubuh akan lebih peka terhadap rangsang seksual dalam 15-30 menit kemudian.

  Sebaiknya Anda mengenali bagian mana yang sakit saat penetrasi. Jika rasa sakit muncul di perut bagian bawah atau hanya pada satu sisi, segera temui dokter kandungan untuk pengecekan lebih lanjut apakah hal itu karena endometriosis, prolapse, kista ovarium, atau penyakit peradangan pada panggul. 

Namun ada juga rasa sakit yang bersifat sementara saat hubungan intim. Pada kasus apa saja hal ini terjadi? Antara lain :

1. Melahirkan Bayi
  Hal yang wajar jika perempuan merasa sakit saat hubungan intim setelah melahirkan. Apalagi kalau dokter melakukan episiotomy, sebuah pengguntingan untuk memudahkan kelahiran bayi

2. Menopause
  Hubungan intim akan terasa sangat menyakitkan saat perempuan memasuki masa menopause dengan menurunnya kadar estrogen yang menyebabkan penipisan dinding 
vagina. Temui dokter untuk mengatasi hal ini.

3. Infeksi Saluran Kemih
  Cystitis atau iritasi vagina seperti sariawan di kemaluan, vaginitis, serta kutil di area genital biasanya menimbulkan rasa nyeri. Jika masalah ini teratasi, maka biasanya hubungan intim akan kembali menyenangkan.

4. Peka terhadap Kondom
  Sebagian perempuan mungkin alergi terhadap bahan kondom tertentu, kontrasepsi berbentuk krim atau lubrikan. Cobalah cari alternatif lain yang bersahabat dengan Anda. (sumber : astaga.com)

Jangan Tinggalkan Afterplay Setelah Bercinta


Apa yang Anda dan pasangan lakukan setelah selesai bercinta? Mungkin rata-rata orang akan menjawab tidur atau membersihkan diri. Well ... ternyata ada lho aktivitas yang lebih penting daripada langsung beranjak dari tempat tidur. Mau tahu? Cari jawabannya di bawah ini ...

PERNAH mendengar istilah afterplay sex? Kalau belum, Anda tak sendirian. Ada banyak orang yang juga belum mengenal istilah ini. Padahal, untuk urusan ranjang, aktifitas ini sama pentingnya dengan foreplay.

Aktifitas seks memiliki banyak kesamaan dengan olahraga. Pertama, keduanya sama-sama aktifitas fisik. Kedua, seks maupun olahraga memerlukan aktifitas pemanasan sebelumnya. Dan ketiga, keduanya memerlukan pendinginan setelah dilakukan.

Dalam olahraga, urutan aktifitas yang benar adalah pemanasan, olahraga, dan pendinginan. Absennya salah satu aktifitas tersebut - pemanasan atau pendinginan - bisa menyebabkan cedera.

Saat melakukan aktifitas seks, urutannya juga seperti itu. Pemanasan – yang dikenal dengan istilah foreplay - harus dilakukan sebelum berhubungan intim dan setelah itu harus dilakukan pendinginan atau afterplay. 

Absennya pemanasan atau pendinginan saat berhubungan intim memang tidak menyebabkan cedera fisik seperti pada olahraga, tetapi dampaknya bisa sangat serius. Tanpa pemanasan dan pendinginan, bisa saja ada pihak yang tak terpuaskan (biasanya wanita) dan hal tersebut tentu bisa berakibat buruk.

Untuk foreplay, biasanya tak ada masalah. Banyak buku, artikel, atau acara talkshow di televisi atau radio yang membahas pentingnya foreplay atau pemanasan ini. Sebaliknya, aktifitas afterplay atau pendinginan amat jarang dibahas. 

Padahal, aktifitas penutupan ini juga besar pengaruhnya terhadap kepuasan, terutama secara psikologis. Karena ketimpangan informasi ini, banyak pasangan yang melakukan hubungan intim tanpa ditutup dengan aktifitas afterplay sama sekali.

Memperpanjang Kepuasan
Sebenarnya, proses pendinginan setelah beraktifitas seks diperlukan untuk memperpanjang efek kepuasan yang diperoleh ketika bercinta. Pemanasan dilakukan 
agar setiap pihak siap untuk melakukan hubungan intim, sehingga kemungkinan terjadinya orgasme pada pria dan wanita menjadi lebih besar. Nah, ketika sepasang suami istri mencapai kepuasan dalam bercinta, proses pendinginan memberi konteks terhadap kepuasan tersebut.

Untuk memahami pentingnya konteks, coba bayangkan Anda berdua baru saja selesai melakukan hubungan intim. Anda berdua mencapai orgasme yang benar-benar memuaskan. Jadi, tak ada masalah dengan proses hubungan intim itu sendiri.

Tetapi, kalau begitu selesai berhubungan intim suami Anda lalu membalik badannya dan langsung tidur tanpa berkata apa-apa lagi, misalnya (dan hal tersebut selalu terjadi setiap kali Anda berdua bermesraan), bagaimana perasaan Anda? Kemungkinan besar Anda akan merasa ‘ditinggalkan’ atau diabaikan.

Hubungan intim yang dilakukan tanpa diakhiri oleh kegiatan pendinginan akan terasa hambar walaupun Anda berdua mencapai puncak orgasme. Dalam jangka panjang, pasangan yang jarang atau tak pernah melakukan pendinginan setelah bercinta akan merasa bahwa kehidupan seks mereka monoton, membosankan, dan tak memiliki makna.

Orgasme, adalah kondisi puncak yang dicapai setahap demi setahap, persis seperti orang mendaki gunung. Ketika sudah mencapai puncak, tahap berikutnya adalah turun kembali. Tanpa afterplay, Anda seperti turun dari puncak gunung dengan meloncat begitu saja. Padahal, idealnya, turun dari puncak juga harus melewati proses yang sama dengan mencapi puncak, yaitu setahap demi setahap.

Aktifitas yang penting tetapi sering terlupakan ini sebenarnya amat mudah dilakukan dan tak membutuhkan banyak waktu. Kata-kata pernyataan cinta atau terima kasih sudah merupakan kegiatan pendinginan, walaupun hanya minimal. 

Padahal, Anda bisa melakukan apa saja untuk ‘berjalan turun’ bersama-sama setelah menggapai puncak orgasme. Anda bisa mengobrol atau menonton acara televisi bersama, misalnya. Yang penting adalah melakukan sesuatu bersama-sama sesaat setelah acara bercinta selesai.

Selain itu, dengan aktifitas pendinginan tertentu juga bisa dilakukan untuk memperpanjang acara bermesraan Anda berdua dalam arti yang sebenar-benarnya. Maksudnya, Anda bisa memperlakukan pendinginan sebagai foreplay untuk melakukan 'ronde' berikutnya lagi.

Tentu saja, untuk yang ini Anda berdua membutuhkan aktifitas yang lebih dari sekadar ngobrol. Yang tak kalah penting, proses pendinginan ini bisa dipandang sebagai pengobat rasa kecewa jika Anda tak mencapai orgasme.

Bukan rahasia lagi kalau wanita seringkali tak bisa selalu mencapai orgasme ketika berhubungan intim walaupun proses yang dijalankan sudah benar. Dalam kondisi seperti ini, aktifitas afterplay bisa dilakukan untuk memberikan Anda kepuasan dalam bentuk lain.

Bercinta merupakan ekspresi dari perasaan kasih sayang dan ikatan Anda berdua. Karena itu, setiap acara bercinta idealnya harus bisa memberikan kepuasan - bisa fisik ataupun psikologis - bagi masing-masing pihak.

Hal lain yang juga perlu diungkapkan di sini adalah fungsi aktifitas pendinginan yang bisa disulap menjadi proses pemanasan kembali. Jika Anda berdua adalah pasangan yang menyukai hubungan seks, afterplay bisa Anda gunakan untuk memperoleh kembali suasana hati yang tepat untuk memulai 'acara' ronde kedua (atau ketiga atau keempat!). Tentu saja, ada teknik khusus yang harus Anda lakukan untuk bisa mencapai hal tersebut.

Hal yang harus Anda ingat adalah masa jeda yang diperlukan pria untuk bisa ‘bertempur’ lagi setelah ia selesai bertugas. Tak peduli betapa besar hasratnya, pria tetap membutuhkan waktu untuk bisa ‘bertempur’ lagi, yang rata-rata berkisar lima menit.

Walau hanya lima menit, waktu sepanjang itu cukup untuk memadamkan hasrat Anda. Karena itu, fokus afterplay yang berfungsi sebagai pemanasan untuk ronde berikutnya adalah untuk menjaga hasrat Anda berdua pada posisi on. Karena itu, sangat disarankan untuk melakukan kembali aktifitas foreplay favorit Anda setelah Anda berdua mencapai puncak.

Atau, Anda berdua juga bisa membiarkan hasrat Anda mendingin dulu, lalu mulai membangunnya kembali. Misalnya, Anda dapat mandi berduaan setelah berhubungan intim yang tentu saja diselingi dengan aktifitas yang sedikit nakal.

Setelah itu, kembalilah ke tempat tidur (memilih lokasi lain juga sah-sah saja, sih) dan lakukan ‘ritual’ yang sama dengan ketika Anda akan mulai bercinta dari awal lagi. 

Jadi, Anda bisa melakukannya lagi dan lagi dan lagi, sesuai dengan keinginan dan 
energi yang tersisa. (sumber : astaga.com)

Kegemukan VS Kehamilan

Dengan menjalani gaya hidup sehat, kegemukan tak mesti menjadi momok bagi kehamilan maupun persalinan.

SEORANG ibu hamil besar ditolak pihak rumah sakit hanya karena kegemukan. Begitu salah satu judul berita di salah satu situs beberapa bulan lalu. Fasilitas kurang lengkap dijadikan alasan pihak rumah sakit untuk menolak menangani wanita asal Australia yang akan melahirkan tersebut. Pihak rumah sakit bersikeras bahwa menangani pasien seperti itu menuntut kelengkapan fasilitas. Soalnya, kegemukan kerap menimbulkan beragam komplikasi saat persalinan. 

Wanita itu tidak sendirian. Masih ada begitu banyak wanita yang menjalani kehamilannya dengan penuh kecemasan lantaran masalah serupa. Betulkah kegemukan bisa menyebabkan komplikasi saat hamil? Benarkah juga mereka yang berbadan subur tak sukses menjalani persalinan? 

Alami Hipertensi 
Menurut dr Okky Sofyan, Sp.OG., kegemukan itu sendiri harus dibedakan menjadi dua, yakni overweight (OW) dan obesitas. OW atau berat badan berlebih merupakan kondisi di mana berat badan mencapai lebih dari 20% berat badan ideal (BBI). Sedangkan seseorang dikatakan obesitas jika berat badannya 120% di atas BBI. 

Lebih lanjut Okky membenarkan bahwa kegemukan memang berdampak negatif pada ibu dan janin yang dikandungnya. Baik saat hamil, persalinan, maupun seusai persalinan. Salah satu dampaknya, si ibu berisiko mengalami hipertensi kronis. Soalnya, kegemukan membuat beban jantung jadi terlalu berat. Selain itu tekanan pada pembuluh darah yang meninggi akibat tebalnya lemak.

Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika pada saat duduk tekanan sistolik mencapai 140 mmhg atau lebih. Sementara tekanan diastolik mencapai 90 mmhg atau lebih. Gejala-gejala yang kerap muncul antara lain pusing, muka merah, sakit kepala, mimisan, dan sebagainya. Akan tetapi tidak sedikit penderita yang tidak mengalami gejala apa-apa. Sebab itu, satu-satunya jalan untuk mendeteksinya adalah melalui pemeriksaan tekanan darah. 

Ancam Nyawa Si Kecil 
Tak hanya itu. Kemungkinan bagi si ibu untuk mengidap diabetes pun jadi tinggi. Timbunan lemak di tubuh yang merupakan sumber kalorilah yang men-jadi biang keladi. Penyebabnya, hormon kehamilan (Beta HCG/Human Chorion Gonadotrophine) akan mengubah sebagian besar lemak dalam tubuh menjadi glukosa. 

‘’Jadi, bisa dibayangkan jumlah gula yang menumpuk akibat banyaknya lemak. Ibu bisa mengalami diabetes saat hamil yang disebut gestational diabetes. Memang sih diabetes jenis ini umumnya akan menghilang seusai persalinan, dan hanya sedikit saja yang menetap. Tapi dampak negatif diabetes pada janin tetap perlu menjadi perhatian,’’ jelas Okky.

Selanjutnya, gangguan kencing manis ini bisa mengakibatkan ibu melahirkan bayi besar (makrosomi) dengan berat lahir mencapai 4.000-5.000 gram atau lebih. Bisa juga sebaliknya, si bayi lahir dengan berat lahir rendah, yakni di bawah 2.000-2.500 gram. Ini karena pembuluh darah yang menyempit akibat timbunan lemak membuat pasokan nutrisi ke janin jadi berkurang hingga bayi tidak bisa berkembang optimal. 

Risiko lainnya, janin mengalami hipoksia karena plasenta sebagai penyuplai oksigen menyempit karena lemak. Padahal terhambatnya suplai oksigen ini akan merusak sel-sel otak si janin. Semakin lama rentang waktu penghambatan ini terjadi, efeknya akan makin parah dan makin sukar dipulihkan. Akibatnya, kecerdasan si kecil akan berkurang.

Dampak yang lebih parah, bukan tidak mungkin si janin meninggal dalam kandungan karena mengalami keracunan. Kemungkinan lain, paru-parunya mengalami gangguan berat akibat kadar gula ibu yang sangat tinggi.

‘’Beberapa detik setelah dilahirkan, bayi dengan gangguan semacam ini biasanya meninggal dunia,’’ ungkap Okky.


Komplikasi Usai Persalinan 
Seusai bersalin, ragam komplikasi pun masih menunggu. Proses sesar pada ibu dengan OW maupun obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan. Hal ini karena proses pembekuan darah pada ibu hamil jadi kurang berfungsi optimal.

Bekuan darah yang berguna untuk mengurangi bahkan menghentikan perdarahan terganggu akibat kondisi pembuluh darah yang tidak ideal, baik karena penumpukan lemak maupun timbunan kolesterol. 

  Berdasarkan pengalaman Okky, ibu hamil dengan OW maupun obesitas juga kerap mengalami infeksi seusai bersalin. Penyebabnya tak lain adalah banyaknya pembuluh darah si ibu hamil tadi yang tersumbat.

Dengan kondisi demikian, proses penyembuhan luka pun jadi terganggu dan makan waktu lebih lama. Pasalnya, pembuluh darah merupakan komponen penting untuk menyatukan jaringan luka agar utuh kembali. Sementara timbunan lemak yang berlipat-lipat pada lapisan kulit merupakan media yang kondusif untuk tumbuhnya kuman. Tak heran kalau infeksi pun tinggal menunggu waktu.

Itulah sebabnya, Okky menyarankan agar para wanita yang berencana hamil sebaiknya mengatur berat badannya supaya tidak berlebihan. Akan lebih bagus lagi jika berat badannya mencapai berat badan ideal.

Kalaupun sebelumnya sudah memiliki berat badan ideal, hendaknya harus diupayakan untuk mempertahankan berat badan ideal tersebut. Ingat, di trimester pertama peningkatan berat badan memang relatif sedikit, tak kunjung naik atau bahkan berkurang karena gangguan mual-muntah. Akan tetapi kondisi di trimester 2 dan 3 jadi sedemikian berbeda karena sebagian besar ibu hamil mengalami peningkatan berat badan cukup pesat. 

Yang Harus Dilakukan

* Berkonsultasi teratur pada dokter kandungan 
Dengan mengikuti serangkaian pemeriksaan dan aktivitas yang disarankan dokter, kehamilan dan persalinan bisa berlangsung dengan lancar. 

Hal pertama yang lazim dilakukan dokter adalah melakukan serangkaian tes di trimester pertama. Mulai pemeriksaan gula darah, tekanan darah, wawancara, hingga pengukuran berat badan. Pemeriksaan ini diulang di akhir trimester 3 untuk mengetahui apakah ibu berisiko terkena diabetes dan hipertensi atau tidak. 

Untuk mengukur kadar gula akan dilakukan pemeriksaan glukosa toleransi tes (GTT). Ibu biasanya mesti berpuasa beberapa jam sebelum diambil darahnya. Setelah itu si ibu hamil mesti mengonsumsi air mengandung gula dalam kadar tertentu. Kemudian dites darah lagi dan dilihat hasilnya.

Jika kadar gula darahnya tinggi (140 mg/dl), maka ibu positif menderita diabetes. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemantauan perkembangan janin dari bulan ke bulan. Frekuensi pemantauan dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Jika tidak ada indikasi yang mengganggu, frekuensi dikurangi. Demikian sebaliknya. 

Saat persalinan, dokter umumnya akan melakukan tindakan induksi di usia kehamilan 40 minggu. Induksi dengan obat-obatan yang dimasukkan ke vagina ini dilakukan agar bayi tidak berkembang lebih besar lagi hingga menjadi giant baby.

Dokter juga akan memberikan insulin jika ibu positif terkena kencing manis. Lewat cara ini banyak ibu yang bisa melahirkan dengan normal. Kecuali jika ada hambatan seperti bahu bayi tersangkut akibat besarnya ukuran tubuh bayi ataupun kontraksi yang lemah. Untuk mencegah infeksi, dokter akan memberikan obat-obatan antibiotika. Sementara transfusi darah dilakukan jika kadar Hb ibu relatif rendah.


* Menjalani pola makan sehat 
Salah satunya dengan membatasi kalori. Ini memang masih menjadi kontroversi, karena di satu sisi janin membutuhkan nutrisi lebih. Dikhawatirkan pengurangan kalori bisa menyebabkan perkembangan janin terganggu. Sementara di sisi lain, ibu dalam keadaan bahaya jika asupan kalorinya tidak dibatasi. Hal yang bisa dilakukan adalah tetap menjaga pola makan dengan gizi cukup dan seimbang. 

Selain itu, hindari makanan pemicu gula darah tinggi seperti makanan yang manis-manis, makanan berlemak, goreng-gorengan, dan makanan tinggi kolesterol. Makanan berserat dan buah-buahan segar sangat dianjurkan karena bisa mempertahankan rasa kenyang lebih lama, disamping mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Bagi yang menderita tekanan darah tinggi, selain memberikan obat-obatan, dokter juga menganjurkan penderita agar membatasi konsumsi makanan yang mengandung garam. 

* Melakukan olahraga ringan secara teratur 
Yang paling dianjurkan adalah jalan kaki di pagi hari atau renang yang bisa membuat kondisi ibu sehat, selain turut membakar kolesterol dan lemak dalam tubuh. Jangan lakukan olahraga berat seperti joging maupun olahraga keras lainnya karena akan membahayakan janin. Sebabnya, "Penghancuran lemak terlalu drastis bisa mengakibatkan keton lemak meracuni janin." 

Dengan mengikuti semua prosedur di atas, ungkap Okky, ibu hamil tak perlu kelewat mencemaskan kehamilan dan persalinannya. Sedangkan buah hati tercinta pun bisa lahir dengan selamat tanpa menderita komplikasi apa pun.


Tips Hamil Dengan Obesitas

* Yakinlah Anda bisa menjalani kehamilan dan persalinan dengan lancar. Sikap tenang ini sangat bermanfaat untuk perkembangan janin. 

* Jalani semua saran dan anjuran dokter. Jangan sekali-kali membantah dengan alasan apa pun. Kemukakan semua keluhan dan gejala yang dialami saat hamil. 

* Sebagian besar ibu obesitas atau OW harus menjalani persalinan lewat operasi sesar, meski ada sebagian yang bisa menjalani persalinan normal. Normal tidaknya tergantung beberapa hal seperti ukuran panggul, kekuatan kontraksi, dan ukuran bayi. 

* Pilihlah klinik atau rumah sakit dengan fasilitas lengkap. Ini sebagai antisipasi jika ibu membutuhkan tindakan medis yang lebih kompleks. (sumber : tabloid nakita)

Gairah Menurun, Obat Kuat Bukan Jaminan

Ada saat-saat tertentu di mana suami atau istri merasa tak lagi bergairah. Apa sebabnya? Dan, bagaimana mengatasinya? 

BELAKANGAN Wida tampak lesu. Di tempat kerja pun, ia makin sering uring-uringan.
  ‘’Suami saya sekarang nggak bergairah lagi," akunya.

Nasib seperti Wida banyak dialami pasangan lain. Banyak kejadian, suami-istri berpisah hanya karena alasan tak lagi menemukan kebahagiaan batin. 

Memang, gairah pegang peranan penting dalam hubungan seks yang normal. Tanpa gairah, hubungan seks akan hambar. Tapi kenapa pada masa-masa tertentu gairah menurun?

‘’Ada berbagai sebab. Yang pertama, fisik. Ini pun dipengaruhi beberapa faktor, antara lain yang bersifat alami seperti usia,’’ kata konsultan keluarga, Dr. Gerard Paat, MPH. 

Umumnya, lanjut Gerard Paat, gairah seks tiap orang mulai menurun pada usia 45-50 tahun. Di usia itu, hormon yang mendukung gairah seks memang menurun. Penyebabnya bisa banyak, termasuk problem nonseksual, seperti kegemukan dan sebagainya. Tak heran, pria yang memasuki usia lansia mulai kelihatan loyo.

‘’Selain gairah menurun, juga karena kemampuan ereksinya pun menurun,’’ tuturnya.

  Dijelaskannya pula, gairah pria banyak ditentukan hormon laki-laki (testosteron) yang akan mulai menurun begitu pria menginjak usia 30-an tahun. 

Gairah Wanita Tetap 
Di sisi lain, gairah seks wanita tak dipengaruhi hormon wanita (estrogen dan progesteron), tapi justru dipengaruhi hormon laki-laki. Dan hormon yang bertanggungjawab pada gairah seks wanita ini justru tak menurun saat wanita usia lanjut. 

Wanita, kata Gerard Paat, hanya punya sedikit testosteron.

‘’Jikapun turun, sedikit sekali,’’ ujarnya.

Sehingga, pada wanita, menurunnya gairah seks tak begitu kentara. Yang terjadi, wanita kehilangan beberapa sifat kewanitaan, seperti kecantikan memudar atau menopause, seiring meningkatnya usia. Sementara gairah seksnya tetap.

‘’Karena itu, jika bicara seks pada lansia, yang proaktif justru wanita,’’ ungkap konsultan seksologi ini. 

Penyebab fisik lain ialah penyakit semisal sakit gula, jantung koroner, atau lever. Bisa juga karena obat-obatan. Entah karena terlalu banyak mengkonsumsi obat penenang atau narkotika. Semua hal di atas bisa menjadi penyebab menurunnya gairah.

‘’Bahkan bisa menyebabkan impotensi,’’ tukas Gerard Paat. 

Selain penyebab fisik, gairah seks menurun juga bisa disebabkan faktor nonfisik atau kejiwaan. Mungkin saja komunikasi di antara suami-istri tak berjalan lancar, sehingga hubungan mereka jadi kurang mesra dan tak lagi tertarik satu sama lain. 

Penyebab lain ialah faktor pribadi, seperti munculnya perasaan rendah diri terhadap pasangan atau anggapan salah seorang pasangan bahwa seks hanyalah sekedar kewajiban. Bisa saja suami maunya to the point, tak ada ‘pemanasan’ lebih dulu, sehingga istri tak merasakan kepuasan. Akibatnya, seks bagi istri hanya dianggap sebagai suatu kewajiban. 

Ketahui Penyebab 
Yang perlu dilakukan untuk mengatasi turunnya gairah seks, baik pada istri maupun suami, ialah mengetahui lebih dulu penyebabnya. Yang paling mudah, jika penyebabnya bersifat jasmaniah, misalnya karena sakit. Maka, jika gairah seks menurun sementara komunikasi pasangan berjalan lancar, cobalah pergi ke dokter. Jangan-jangan menurunnya gairah seks itu karena penyakit.

‘’Jika memang penyebabnya penyakit, penyakit inilah yang disembuhkan, minimal akibatnya dikurangi,’’ kata Gerard Paat. 

Banyak penyakit yang bisa menyebabkan menurunnya gairah seks. Misal, penyakit gula (diabetes).

‘’Diabetes memang tak bisa disembuhkan, tapi akibatnya bisa dikurangi. Misalnya, dengan minum obat anti diabetes, sehingga kadar gula dalam darah terkontrol dan tak menyebabkan kerusakan pembuluh darah atau saraf, sehingga gairah bisa dipertahankan untuk masa tertentu,’’ jelas lulusan FKUI pada 1962 ini.

Contoh penyakit lain yang bisa menyebabkan turunnya gairah seks ialah darah tinggi (hipertensi).

‘’Tapi pengobatannya harus dengan obat yang tak menambah kelemahan seks. Pasalnya, ada obat hipertensi yang justru mengurangi kemampuan ereksi,’’ lanjutnya. 

Yang seringkali terjadi, dokter merasa cukup ahli untuk menangani, misalnya dengan memberi obat penambah hormon.

‘’Padahal, pemeriksaan hormon hanya bisa menunjukkan total hormon yang ada dalam darah. Ia tak bisa membedakan antara testosteron bebas dan tak bebas. Yang punya pengaruh terhadap gairah seks ialah testosteron bebas yang jumlahnya sangat sedikit dan subyektif,’’ terang Gerard Paat. 

Ada orang yang jumlah hormonnya sedikit, tapi masih punya gairah. Ada pula yang jumlah hormonnya cukup banyak, tapi gairahnya sudah tak ada, tergantung dari kondisi tubuh yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Misalnya saja faktor keturunan, gizi, kejiwaan, iklim, dan faktor kesehatan pada umumnya. Contoh soal iklim, kata Gerard Paat.

‘’Cuaca yang dingin bisa membuat orang sakit, sehingga tak bisa ereksi. Nah, semua ini mempengaruhi kondisi tubuh secara menyeluruh yang bisa mempengaruhi kualitas hormon tadi,’’ terangnya. 

Jika turunnya gairah disebabkan faktor penyakit, tergolong mudah penanganannya. Tak demikian halnya bila disebabkan faktor psikologis.

‘’Acapkali penyebab psikologis menyangkut pribadi. Mungkin harga diri yang menurun di hadapan pasangan, mungkin stres yang tak ada hubungannya dengan perkawinan, stres karena krismon, atau stres dalam keluarga,’’ jelas konsultan perkawinan ini. 

Bila ini yang terjadi, psikolog atau penasehat perkawinan merupakan alamat yang tepat untuk dikunjungi. Pasangan yang memikili problem, harus berbicara tentang apa yang dirasakannya, diharapkannya, sehingga akhirnya menemukan jalan keluar. 

Obat Kuat Malah Bahaya 
Apa pun faktor penyebabnya, pengobatan untuk meningkatkan atau memulihkan gairah, tak bisa langsung berhasil.

‘’Jangan berharap, sekali datang ke ahli, lalu semua persoalan jadi beres,’’ kata Gerard Paat.

Juga, belum tentu sekarang diberi obat penambah hormon, lantas besoknya gairah membaik. Kadang butuh waktu lama untuk mendapatkan hasil. Apalagi jika penyebabnya faktor kejiwaan. Misal, stres karena utang bertumpuk.

‘’Jika masalah utangnya belum selesai, bagaimana jiwa orang yang bersangkutan bisa tenang? Padahal, itu penting,’’ lanjutnya. 

Bagaimana dengan obat kuat yang belakangan ini makin gencar dipromosikan?

‘’Penggunaan obat kuat juga tak menyelesaikan masalah. Secara ilmiah, obat kuat sebetulnya tak ada. Yang ada ialah obat penambah hormon. Mereka yang jumlah hormonnya menurun memang bisa diberi obat yang mengandung hormon. Nah, obat inilah yang biasa disebut obat kuat,’’ jelas lulusan Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat UI pada 1967 ini. 

Obat semacam ini hanya berguna bagi para lansia yang hormon testosteron-nya rendah. Bagi mereka yang masih muda, sebetulnya tak perlu.

‘’Bahkan justru bisa membahayakan. Pasalnya, jumlah hormon yang dimilikinya sebetulnya normal. Nah, begitu ia minum obat penambah hormon, maka produksi hormonnya justru berhenti sehingga perlu waktu lama untuk mengembalikan produksi hormonnya,’’ papar Gerard Paat.

Karena itu, suami-istri wajib memelihara gairah seks dengan mencegah sebab-sebab tadi. Kecuali yang sifatnya alami, seperti usia. 

Seks Bukan Utama 
Yang harus disadari oleh suami-istri ialah, setiap masalah seks dalam perkawinan tak bisa diselesaikan secara sepihak. Masalah harus diselesaikan bersama-sama. Suami yang impoten, misalnya, tak bisa hanya ia saja yang pergi ke dokter. Istri pun harus ikut agar mengetahui obat dan apa yang bisa dilakukannya untuk membantu pengobatan sang suami. 

Apalagi jika kemudian ditemukan penyebabnya adalah sang istri sendiri. Bisa saja suami tak bergairah pada istrinya, tapi pada wanita lain justru sebaliknya. Ini bisa terjadi karena berbagai sebab. Umpamanya, istri selalu menolak tiap kali diajak berhubungan seks, entah dengan alasan capek, tak berminat, sedang pusing, dan lainnya. Atau istri bersikap galak, mudah marah, dan tak menjaga penampilan. Karena menganggap cuma di rumah, ia berpakaian seenaknya, tak mengurus badan, dan lainnya.

‘’Tentu saja, suami jadi tak bergairah,’’ tukas Gerard Paat. 

Perlu pula disadari, seks bukan unsur paling utama dalam sebuah perkawinan. Masih banyak hal lain yang bisa membuat hubungan suami-istri jadi bermasalah atau sebaliknya.

‘’Banyak, kok, pasangan yang tak melakukan hubungan seks karena berbagai alasan. Misalnya karena sakit, usia, atau karena konsensus bersama. Jadi, tak selalu gairah seks yang menurun bisa menimbulkan masalah dalam perkawinan,’’ kata Gerard Paat. 

Termasuk juga, lanjut Gerard Paat, tak selalu kelainan seksual, seperti impotensi, menjadi masalah bagi pasangan.

‘’Itu tergantung dari persepsi pasangan tentang seks,’’ katanya.

Jika pasangan menempatkan seks sebagai suatu kebutuhan mutlak, tentu saja menurunnya gairah seks bisa memicu timbulnya masalah. Tapi bila pasangan menempatkan seks sebagai suatu sarana untuk menciptakan kebersamaan dan kebersamaan itu sudah terwujud melalui sarana lain, maka seks bukan lagi menjadi satu-satunya hal yang pokok. 

Agar Gairah Tetap Membara

SEBENARNYA tak ada alasan bagi suami atau istri untuk kehilangan gairah terhadap pasangannya. Tentu saja, untuk menjaga gairah seks diperlukan berbagai upaya. Tips dari Dr. Gerard Paat, MPH di bawah ini mungkin bisa membantu Anda. 

* Jaga keharmonisan hubungan. Pasangan harus memiliki semangat untuk berkorban dan saling mengerti. Jika tiap hari selalu cekcok, mana mungkin timbul gairah? 

* Jaga daya tarik Anda. Tak ada salahnya istri bersolek untuk suami, bukan? Begitu pun suami, tak ada ruginya menjaga berat badan dan penampilan, misalnya. 

* Istirahat cukup dan makan makanan yang seimbang. 

*Segera berobat jika sakit. Hindari mengkonsumsi alkohol dan obat penenang yang berlebihan. 
 

Cara Mudah Tingkatkan Gairah

LUPAKAN obat kuat yang belum tentu bermanfaat. Cobalah cara-cara yang lebih sederhana, lebih murah, untuk membangkitkan gairah Anda. 

* Pijat. Putar lagu tenang, redupkan lampu, dan pijatlah pasangan Anda.Gunakan minyak dengan aroma yang membangkitkan gairah seperti aroma mawar, melati, atau lainnya sesuai selera. Pijatan lembut yang Anda atau suami berikan, akan menimbulkan getaran-getaran khusus yang dapat membangkitkan gairah. 

* Olahraga teratur. Bukan saja tubuh Anda yang akan merasa segar, tapi gairah pun bisa meningkat. Olahraga yang teratur, kata ahli, meningkatkan energi. Olahraga tak selalu berarti lari, jogging, atau main tenis. Berdansa dengan pasangan pun, termasuk olahraga. Lakukan sekitar 20 menit. Jangan lupa lakukan pula kontak mata sehingga suasana mesra tercipta. 

* Teh dengan rasa pepermin. Secangkir teh yang mengandung pepermin sebelum berangkat tidur, dipercaya bisa meningkatkan gairah suami. Bisa juga secangkir minuman cokelat. Kalau yang ini, bisa untuk suami dan istri. 

* Vitamin dan mineral suplemen. Ini juga bisa mengembalikan gairah. Penelitian menyebutkan adanya keterakaitan antara kekurangan vitamin A, C,E, B-kompleks, plus selenium dan zat besi, dengan menurunnya gairah seorang pria. Semua itu diperlukan suami untuk memproduksi testosteron. (sumber : tabloid nakita)

22 September 2008

'Hobi' Nonton Film Porno, Normalkah?

SEBERAPA besar tingkat 'ke-porno-an' suatu hal yang dianggap porno? Dan siapakah pula yang bisa memastikannya? Keprihatinan pada kebiasaan menonton tayangan porno makin meningkat dikarenakan sikap masyarakat yang begitu 'kolot' di awal abad ke-21.

Namun, marilah kita memulai pembahasan soal pornografi dan mengaitkannya dengan faktor kesehatan. Sebenarnya tak ada yang 'tak sehat' atau 'tak normal' dengan kebiasaan menonton film porno atau tindakan porno itu sendiri.

Selama yang kita tonton itu tayangan dewasa yang 'legal' dan selama usia penontonnya memenuhi syarat, kita tak bisa mengatakan segala sesuatu yang berkaitan dengan pornografi itu buruk. Namun sayang, kadang orang menyalahgunakannya dan menjadi sangat terobsesi dengannya, sehingga pornografi dipakai untuk hal-hal yang negatif.

Seorang ahli terapi seks, Marty Klein, yang menulis tentang beberapa masalah yang berkaitan dengan 'ketergantungan' terhadap pornografi, mengatakan bahwa tak ada seorangpun yang menyukai tayangan porno melebihi berhubungan seks secara langsung dengan pasangannya. Jika hal ini memang terjadi, maka mungkin memang tengah terjadi masalah. Namun, masalah yang timbul lebih pada soal hubungan pada pasangan itu daripada pornografi-nya.

Tindakan pornografi pada konteks tersebut ibarat sebuah 'pelampiasan' atas masalah yang mengganggu hubungan asmara dalam pasangan kekasih.

Terkadang penting juga untuk bertanya pada diri sendiri soal perasaan kita pada pornografi. Apakah hal itu selalu menarik perhatian kita? Jika ya, Anda perlu mengetahui beberapa tip tentang bagaimana menyikapinya dengan tepat.

Jika Anda tak tertarik untuk menerapkan pornografi dalam hubungan seksual Anda, apakah Anda tak keberatan jika pasangan Anda menonton film porno suatu saat? Jika Anda keberatan, Anda harus bisa menjelaskan alasannya pada pasangan Anda.

Anda juga perlu untuk bertukar pikiran dengan pasangan Anda tanpa bermaksud menghakiminya. Mungkin Anda bisa menanyakan alasan pasangan Anda menyukai pornografi. Apakah itu sekedar membangun fantasi? Apakah ada yang ingin ia praktekkan dengan Anda saat bercinta? Ataukah itu sebagai wujud kebosanan ataukah kebiasaan? Ataukah mungkin itu sebagai pelarian?

Jika Anda bisa terbuka dan jujur dengan pasangan Anda (dan sekali lagi tanpa bermaksud menghakimi) soal pornografi dan kebiasaan menonton adegan porno, maka Anda bisa terbebas dari kekuatiran soal kebiasaan seksual tersebut. Jika tidak, maka Anda akan menemui jalan buntu dan tak tahu bagaimana cara menyelesaikannya.

Seksualitas bisa menjadi sangat kompleks dan dalam, dan Anda tak selalu bisa menyesuaikan diri dengan hasrat seksual pasangan kita. Kadangkala, menjalin hubungan adalah soal bagaimana kita bisa melakukan kompromi dan itulah saat dimana Anda dan pasangan Anda perlu mengambil jalan tengah yang terbaik baik kelangsungan hubungan percintaan pasangan.

Jika Anda tak bisa mengatasinya sendiri, akan sangat membantu jika Anda berkonsultasi dengan seorang ahli terapi seksual, demi menciptakan kondisi yang kondusif bagi Anda dan pasangan Anda. (sumber : kapanlagi.com)

Ancaman Disfungsi Seksual Buat Si Berat


Jangan coba-coba menjadi gemuk. Soalnya, dengan kondisi badan yang gembrot, pengaruhnya bisa ke mana-mana, termasuk urusan ranjang. Jarak dengan penyakit disfungsi seksual semakin dekat. Hubungan seksual juga jadi relatif lebih sulit di lakukan.

SUSAHNYA jadi anggota gerombolan ‘si Berat” (baca: kegemukan). Selain tempat tidur bisa ambrol lantaran kelebihan beban, mengatur posisi dan variasi saat berhubungan intim pun jadi merepotkan.

“Kalau suami-istri sama-sama overweight, bukan tak mungkin tidak akan pernah terjadi hubungan badan,” cetus konsultan seks dan rehabilitasi, dr. Ferryal Loetan, ASC&T, Sp.RM, MKes-MMR.

Meski begitu, buat Ferryal Loetan, persoalan posisi dan variasi di atas ranjang hanyalah satu dari sekian banyak masalah serius yang bakal mendera mereka yang berat badannya jauh melebihi batas normal. Khususnya dalam melakukan aktivitas seksual bersama pasangan.

Ancaman paling nyata adalah disfungsi seksual yang disebabkan oleh penyakit-penyakit yang diturunkan obesitas, semisal diabetes dan tekanan darah tinggi. Pada pria penderita diabetes, dapat terjadi disfungsi ereksi dan ejakulasi terbalik.

Yang dimaksud ejakulasi terbalik adalah ejakulasi yang terjadi ke arah kandung kencing. Sperma tidak keluar sebagaimana mestinya, sebaliknya malah masuk ke dalam kandung kencing. Sedangkan pada wanita, diabetes menyebabkan rasa sakit saat melakukan hubungan seksual, bahkan menggagalkan orgasme.

Pada penderita tekanan darah tinggi, gangguan fungsi seksual biasanya terjadi akibat terganggunya aliran darah, selain karena efek sampingan penggunaan obat obatan tertentu yang tujuan aslinya dimaksudkan untuk menurunkan tekanan darah. Makanya dianjurkan, orang gemuk berpenyakit darah tinggi berhati-hati dalam mengonsumsi obat. Tanyakan dampak jangka pendek dan jangka panjangnya pada dokter.

Persaingan Antarhormon

Selain fisik, disfungsi ereksi pada si gemuk juga datang dari faktor psikis.

“Orang yang punya badan terlalu gemuk biasanya tidak terlalu pede dengan penampilannya. Ketidak-pede-an itu dapat menular pada aktivitas seksual mereka,” jelas Ferryal.

Apalagi jika (untuk pria) terlalu memikirkan ukuran “torpedo” yang berukuran agak mungil. Saking tidak pede-nya, banyak di antara mereka kemudian terserang stres, bahkan depresi, sehingga menjauhi urusan seks.

Berdasarkan pengalaman Ferryal, ukuran “torpedo” orang overweight biasanya memang relatif kecil.

“Kalau kecilnya masih dalam batas ukuran normal tidak masalah, yang penting fungsinya masih berjalan dengan baik, seperti dapat ereksi dalam waktu yang lama. Tapi banyak di antara mereka yang ukuran penisnya betul-betul kecil Ukurannya di bawah standar,” sambung Ferryal.

Ukuran penis tidak normal itu terjadi akibat banyaknya lemak yang menumpuk di perut, khususnya di sekitar alat kelamin itu, membuat alat “vital” seperti tertarik ke dalam. Pada sebagian besar kasus kegemukan, “tarikan ke dalam” itulah yang menyebabkan mereka gagal ereksi atau mengalami disfungsi seksual.

“Penis laki-laki berdiri di dasar tulang. Ketika lemak yang ada di depannya makin lama makin menumpuk, penis pun menjadi makin pendek,” Ferryal menambahkan.

Ferryal juga melihat adanya kecenderungan menurunnya minat berhubungan intim pada orang kegemukan. Penyebabnya antara lain terganggunya komposisi hormon laki-laki dan hormon perempuan di dalam tubuh. Padahal, hormon-hormon itulah yang mempengaruhi libido. Jika keseimbangannya terganggu, bisa dipastikan keinginan menghangatkan ranjang bersama istri atau suami akan terganggu.

Jika masalah tadi masih ditambah lagi dengan rasa frustrasi akibat terbatasnya posisi dan variasi dalam berhubungan seks, hasrat menikmati madu hubungan intim lama-lama kian redup, sampai akhirnya mati sama sekali.

Pada wanita, terganggunya keseimbangan hormon ini bahkan berharga sangat mahal, yakni terganggunya kesuburan. Dalam sebuah seminar, dr. Hendro Pramono Sp.OG dari RSU Dr. Soetomo, Surabaya, menyebut sebuah penelitian, yang memberitakan adanya bahan pada lemak yang berpotensi memicu tumbuhnya beberapa kista di indung telur.

“Inilah yang disebut Policystic Ovarium (PCO). Kelainan itu biasanya terjadi pada wanita usia subur,” tulis Hendro dalam makalahnya.

Kelainan itu muncul akibat kecenderungan meningkatnya jumlah hormon androgen (hormon pria) pada wanita gemuk. Jika jumlah hormon androgen mulai menyaingi hormon wanita, banyak hal bisa terjadi. Salah satunya, menghambat proses pematangan sel telur dalam indung telur. Alhasil, sel telur gagal matang dan tidak keluar dari indung telur. Sel-sel telur yang tidak matang itulah yang membentuk kista di dalam indung telur.

Mikro Jadi Makro
Pada lelaki, selain mempengaruhi libido, ketidakseimbangan hormon besar kemungkinan ikut menentukan perilaku seseorang. Seperti diketahui, setiap manusia ditakdirkan memiliki hormon laki-laki dan perempuan. Menjadi seperti apa seseorang kelak, tergantung hormon mana yang berkembang lebih dominan. Kalau hormon pria dan hormon wanitanya seimbang, bisa saja yang bersangkutan berkembang menjadi penganut biseksual atau transeksual.

Ferryal memperingatkan, problem keseimbangan hormon pada orang kegemukan harus dilihat dari akar masalahnya. Dia mensinyalir, mulai banyaknya jumlah pasien disfungsi seksual yang masih berusia muda (usia 30- an tahun) berawal dari sesuatu yang tidak beres pada pola pikir masyarakat.

“Anak-anak yang overweight dianggap sehat, sehingga selalu dibangga-banggakan orangtuanya,” tegas Ferryal. 

Padahal, anak-anak kelebihan gizi itu justru dapat menjadi pelopor lahirnya generasi berdisfungsi seksual kelak. Karena dengan memelihara berat badan berlebihan, berarti mengundang terjadinya degradasi hormon laki-laki.

Dengan pola pikir salah yang kian tertanam itu, Loetan tidak kaget, “Belakangan mulai banyak orangtua yang membawa anaknya ke klinik saya. Mereka mengeluh, karena penis anaknya sangat kecil.”

Logikanya, jika hormon laki-laki mulai mengalami degradasi (berkurang), perkembangan penis memang tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Makanya orangtua harus jeli, jika tidak mau menyesal di kemudian hari. Kelebihan berat badan harus diperangi sebelum anak mencapai usia dewasa (17 atau 18 tahun). Karena begitu lewat masa puber atau lewat usia dewasa, penis yang telanjur terhambat perkembangannya akan susah dikembalikan ke ukuran normal.

Setelah dewasa, ketidakseimbangan jumlah harmon laki-laki dan perempuan yang telah dirintis sejak masa kanak-kanak mencapai puncaknya. Jika harmon perempuan yang lebih dominan, si lelaki akan tumbuh menyerupai wanita. Puting suSunya membesar, sementara penis mengecil secara permanen.

“Omong kosong kalau ada yang mengaku bisa membesarkan penis orang dewasa,” tegas dokter pemilik klinik “Kamar Sutera” di RS Harapan Bunda ini.

Pada tahap ini, yang bisa dilakukan dokter atau terapis hanyalah berusaha menjaga atau mempertahankan agar penis berukuran di bawah normal itu tetap menjalankan fungsinya dengan baik. Yakni masih bisa “tegang” dan “menembak sasaran” dengan jitu. Vakum bisa saja digunakan, tapi tidak untuk membesarkan penis, hanya untuk memperbaiki pembuluh darah dan saraf-saraf terjepit.

Pengaturan gizi menjadi faktor kunci sebelum pasien disfungsi seksual menjalani terapi untuk mengembalikan hasrat dan kemampuan berhubungan intim. Dengan kata lain, penderita biasanya dianjurkan mengunjungi dokter gizi dulu untuk mengurangi lemak di tubuhnya.

Yang paling ideal, penderita kegemukan dibawa ke klinik sebelum berusia 17 tahun. Ferryal menjamin anak dan remaja overweight itu masih bisa dibantu.

“Anak anak dengan mikro penis biasanya diberi terapi hormonal terkontnol, untuk memperbaiki hormon di dalam tubuhnya agar lebih dominan hormon laki-laki. Sehingga penisnya akan berkembang maksimal,” bilang Ferryal.

Setelah terapi itu, berdasarkan pengalaman Fernyal, biasanya penis mikro tidak hanya membesar, tapi juga berkembang lebih besar dari ukuran normal. 

5 Petunjuk Penting Buat Si Berat

1. Nasihat paling enak didengar tapi sangat sulit dilaksanakan adalah “berolahraga secara teratur. Tapi hanya inilah cara paling murah untuk memerangi obesitas. Olahraga tak hanya membakar lemak, tapi juga melancarkan peredaran darah. Dengan berolahraga, tubuh menghasilkan hormon endorfin yang menimbulkan rasa nyaman. Olahraga apa yang paling tepat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.


2. Rajin-rajinlah memeriksakan diri ke dokter, kalau-kalau ada penyakit atau kelainan fisik yang berhubungan dengan bobot badan Anda. Agar penyakit atau kelainan itu bisa segera diantisipasi sebelum telanjur menyebabkan disfungsi seksual.

3. Jalin komunikasi yang baik dengan pasangan di atas ranjang. Penyesuaian-penyesuaian perlu dilakukan, agar sama-sama senang.

4. Hindari makanan-makanan junk food, fast food semacam fried chicken. Besar kemungkinan, ayam-ayam yang disajikan sebelumnya telah diberi suntikan hormon (agar cepat besar). Jika hormon itu masuk ke dalam tubuh manusia, jelas bisa mengganggu keseimbangan hormon yang telah ada.

5. Jangan mudah percaya dengan latihan-latihan atau apa pun yang bersifat fisik untuk memperbesar penis. Jika mengecilnya penis berhubungan dengan ketidakseimbangan hormon, ya hormonnya yang harus diperbaiki. (sumber : majalah intisari)

19 September 2008

Seks Hamil: Mengapa dan Bagaimana?

APAKAH hubungan seksual tetap boleh dilakukan selama masa kehamilan? Ini adalah salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan pasangan muda atau sang istri mengawali kehamilan pertama. 

Dr Suririnah, ahli kandungan mengatakan jawabannya bisa boleh dan bisa tidak. Tergantung kondisi si perempuan dan kehamilannya.

''Pasangan tetap boleh melakukan hubungan seksual apabila kehamilan pada kondisi normal?'' jelasnya.

Lalu, berbahayakah melakukan hubungan seksual selama kehamilan mengingat terjadi penetrasi? Ada pemikiran dan banyak pendapat yang diyakini bila seks selama kehamilan dapat menimbulkan infeksi. Atau bisa melukai bayi dalam kandungan.

Dr Suririnah menjelaskan, hubungan seks atau pun orgasme tidak berbahaya bagi bayi. Karena tubuh wanita memiliki lendir dari cervik (mulut rahim). Cairan ini membantu tubuh si ibu melawan kuman atau infeksi yang masuk ke dalam mulut rahim.

Secara alamiah, Tuhan telah menciptakan perlindungan yang aman pada bayi. Kantung rahim dan cairan ketuban serta otot rahim dan perut akan melindungi bayi selama proses kehamilan. Tetapi, hal itu tidak berlaku bagi kehamilan dengan katagori risiko tinggi.

Salah satu ciri kehamilan risiko tinggi manakala muncul komplikasi atau menemukan gejala yang tidak biasa terjadi setelah atau selama melakukan hubungan seksual. Diantaranya rasa nyeri, kontraksi atau keluar darah.

'''Jika menemukan gejala ini sebaiknya hubungi dokter sebelum melakukan hubungan seksual lagi,''' pesannya.

Secara umum hubungan seksual tidak dianjurkan pada kasus-kasus kehamilan tertentu, misalnya:

• Ancaman keguguran atau riwayat keguguran.

• Placenta letak rendah (plasenta previa).

• Riwayat kelahiran premature .

• Perdarahan vagina atau keluar cairan yang tak diketahui penyebabnya serta kram.

• Dilatasi /pelebaran servik.

• STD atau penyakit seksual yang menular. Untuk kasus STD disarankan tidak melakukan hubungan seksual sampai STD sudah disembuhkan. Posisi Terbaik Beberapa posisi yang aman dijalankan ketika melaksanakan hubungan intim pada masa kehamilan :

• Wanita di Atas Posisi ini yang paling nyaman untuk ibu hamil. Wanita dapat mengontrol kedalaman penetrasi.

• Duduk 
Posisi ini biasanya pada kehamilan pertengahan atau lanjut. Posisi ini tidak banyak memerlukan gerakan. Pria duduk dan wanita duduk di atasnya saling berhadapan. Atau membelakangi pria bila perut sudah sangat besar. Posisi ini memungkinkan wanita mengontrol kedalaman penetrasi.

• Pria di atasNamun pada posisi ini si pria berbaring hanya separuh tubuh.

• Berlutut atau BerdiriDari semua posisi seks itu, yang paling utama adalah hindari meletakkan berat badan ke perut ibu hamil. Hal lain yang harus diingat, hubungan seksual merupakan bagian penting dalam menyatakan perasaan kasih sayang, rasa aman dan tenang, kebersamaan, kedekatan perasaan dalam hubungan suami istri. 

Menyatakan perasaan kasih sayang dengan saling bertukar pikiran (komunikasi), berpelukan, ciuman, atau pun pijatan tanpa harus melakukan hubungan seksual merupakan hal terpenting lain pada masa kehamilan. (sumber : kapanlagi.com)


Waktu Terbaik Ajak Perempuan ML

BERCINTA, ada seninya. Ada waktunya dan ada gayanya. Bercinta secara sembarangan, hmmm..., takkan menyenangkan pasangan. Kapan waktu yang tepat untuk bercinta? Laki-laki dan perempuan memiliki siklus tersendiri. 

Dari siklus itu, ada satu waktu yang terbaik. Anda seorang pria, layak dan mungkin wajib untuk melanjutkan membaca artikel ini jika menginginkan Anda dihargai pasangan sebagai "pejantan" sejati. Jika Anda perempuan, akan dengan mudah untuk menilai pasangan Anda. 

Ternyata, perempuan memiliki waktu terbaik untuk berhubungan intim. Ini penting diketahui pria agar mendapatkan 'hasil' maksimal. Kapan itu?

Bila seorang pria mengajak pasangan untuk ML di pagi hari, berarti ia membutuhkan effort luar biasa agar sang perempuan bisa mendapatkan orgasme. Pada pukul 06.00-08.00, jumlah melatonin atau hormon tidur perempuan masih cukup tinggi. Dan pastinya ia sedang tidak mood untuk bercinta.

Tapi jika si pria tetap ngotot ingin bercinta di pagi hari, berarti ia harus sedikit bekerja keras untuk pemanasan. Artinya, foreplay membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa membangunkan si dia perlahan-lahan.

Begitu pula pada pukul 09.00-10.00. Seorang pria akan butuh waktu lama untuk membuat pasangannya bergairah. Karena pada waktu ini, hormon endorphin atau hormon yang membuat si dia senang, sedang berada pada level yang rendah. Jadi usaha seorang pria biasanya akan sia-sia.

Lepas pukul 14.00, seorang perempuan akan lebih cepat mengantuk, dan sangat ingin bermalas-malasan serta disayang. Sedangkan bagi pria, banyak dokter yang mengatakan, inilah saat ideal untuk bercinta karena sperma sedang dalam kualitas terbaik. (jongjava.com)

Posisi ML Idaman Wanita

KALA bercinta setiap individu memiliki posisi yang menjadi favorit. Diperlukan komunikasi dua belah pihak untuk mendapatkan posisi bercinta yang memuaskan kedua pasangan. 

Setidaknya ada enam posisi bercinta yang disukai perempuan. Banyak perempuan merasa lebih nyaman dan berpeluang besar mengantarkan orgasme pada posisi ini.

Pertama, Women On Top. Jika perempuan meminta giliran berkendara, jangan berprasangka superior dan sejenisnya. Biasanya, karena perempuan itu dalam kondisi puncak dan penuh energi.

Pada posisi ini perempuan bisa memutuskan ingin mencapai orgasme klitoris atau jelajah G-spot.

Kedua, Posisi Duduk. Gaya bercinta seperti ini sering dilakoni pasangan usai ini makan malam yang romantis. Percintaan akan kelewat bergairah.

Si perempuan duduk di kursi yang sedikit lebih tinggi sehingga sejajar dengan posisi pria berdiri saat penetrasi. Posisi bercinta seperti ini mempercepat rangsang G spot, namun juga berpeluang ejakulasi dini. Karena posisi bercinta seperti ini dilakukan bukan di tempat tidur, sensasi spontanitas lebih terasa. Apalagi jika dilakukan di tempat umum.

Ketiga, Klasik Misionaris alias perempuan di bawah. Posisi ini tergolong legendaris dan menciptakan kedekatan amat sangat dengan pasangan.

Posisi ini mutlak memerlukan dukungan tempat tidur nyaman. Ini adalah posisi yang memungkinkan seluruh aktifitas fisik, mencium, menyentuh, meremas, main mata dan pijatan atas bawah dapat dilakukan dalam ritme yang diinginkan.

Keempat, CAT Atau coital alignment technique, tergolong sederhana. Pada prinsipnya seperti posisi misionaris, namun si pria memajukan badannya beberapa sentimeter, sehingga Mr Dick lebih dulu menyentuh klitoris. Si pria meluruskan kakinya dan perempuan menaik-turunkan pelvis.

Kelima, Doggy Style. Gaya ini umumnya merupakan salah satu favorit pria. Karena lebih mudah menemukan G spot perempuan. Dan dengan sedikit usaha saja, si perempuan bisa orgasme berulangkali.

Penetrasi dari samping ini bisa menyentuh G spot wanita dari berbagai sudut. Lagi pula, doggy style secara alami dapat membuat Anda dan pasangan lebih liar dalam bercinta.

Keenam, Menyamping. Yang menjadi kesukaan perempuan adalah menyamping berhadapan. Karena badan hanya ditumpukan pada satu sisi, proses penetrasi bisa lebih lama dan pelan-pelan. Posisi ini dianjurkan untuk pria yang mudah ejakulasi. Untuk gaya ini diperlukan lebih banyak gerakan pelvis perempuan. Gunanya, agar sensasi bercinta tetap terjaga dan si pria tetap ereksi keras dan lama. (jongjava.com)


Berapa Sih Ukuran Idealnya?

PADA sebuah forum seksologi, ada pertanyaan sederhana yang diajukan seorang wanita. Pertanyaan itu cukup pendek dan singkat: Berapa sih ukuran Mr P yang "enak" untuk wanita? 

Jawabannya bisa sangat panjang. Karena antara satu perempuan dan wanita lainnya tidaklah sama. Ada yang mengatakan untuk ukuran yang segini punyaku rasanya sudah penuh sesak. Sementara wanita lainnya mengatakan ia belum merasakan sensasi untuk ukuran yang sama. 

Hal lain yang disukai perempuan dalam bercinta adalah ukuran Mr P. Sebagian perempuan menyukai ukuran besar bukan karena fungsinya, melainkan persoalan estetika semata. Alias nyaman ketika dipegang-pegang. Bagi pria? Porsi besar adalah keampuhan menambah percaya diri.

Sebenarnya Mrs V adalah ruang virtual yang membesar dan merenggang untuk mengakomodasi kehadiran Mr Dick. Ruang syaraf sensitif berakhir di kedalaman dua pertiga.

Itu artinya dua pertiga dari kedalaman Mrs V yang terpenetrasi sudah cukup memberikan sensasi maksimal. Namun umumnya perempuan menyukai sensasi rasa penuh jika penetrasi mengenai ujung dasar Mrs V.

Mr Dick yang sedang tegang merupakan equalizer jempolan. Lelaki berperabotan kecil saat masih lembek, ketika ereksi ukurannya menjadi lebih besar dibanding dengan mereka yang berperabotan dengan ujung bergelambir. Dengan kata lain, hanya kesannya saja yang 'gede'.

Ukuran seolah-olah menjadi amat penting sebenarnya gara-gara cerita klasik sensual dan tayangan film. Tentu saja ukuran setiap orang bervariasi seperti halnya bagian tubuh yang lain.

Bagi sebagian besar perempuan, ukuran Mr Dick menjadi kurang penting dibanding fungsinya. Seperti kata Dr Sandor Gardos dari portal MyPleasure, ukuran Mr Dick ideal adalah cukup kecil untuk pas di lubang pintu, dan cukup besar untuk ditemukan ketika sedang gelap-gelapan.

Sexologist juga mengatakan, pada jam ini perempuan sangat mudah memulai bercinta, dan melakukan eksperimen seks lainnya. Kondisi ini akan berlangsung terus hingga pukul 20.00.

Bagi kaum pria, rentang waktu pukul 14.00-20.00 adalah saat tepat untuk membuat eksperimen dalam bercinta.

Pada malam hari, hormon melatonin para perempuan kembali meningkat. Rasa kantuk akan lebih cepat muncul, sehingga hasrat bercinta akan dengan sendirinya menurun. Tapi apapun kondisi pada malam hari, para perempuan akan sangat on the mood dengan suasana romantis dan penuh kemanjaan di tengah rasa kantuknya.

Para sexologist juga telah menyimpulkan bahwa kebanyakan perempuan mengaku merasakan pengalaman seks terbaik dalam keadaan setengah tertidur. (sumber : jongjava.com)


Foreplay, Ada Caranya!

BERCINTA itu ibarat mesin diesel. Mesin akan memiliki performa bagus bila sudah panas. Demikian pula dengan bercinta. "Pertarungan" akan hot jika foreplay(pemanasan sebelum bercinta) berlangsung dengan baik pula. 

Meskipun foreplay tidak lebih dari sekedar pembukaan sebelum berhubungan intim, tapi kegiatan ini merupakan kunci awal baik buruknya kualitas berhubungan intim. Bagi beberapa orang, foreplay sudah menjadi menu wajib untuk membangkitkan selera. 

Bisa dibayangkan jika percintaan dijalani dalam kondisi tidak seimbang. Yang satu menggebu-gebu sementara pasangannya ogah-ogahan. Bercinta akan menemukan keindahan saat dijalani berimbang, penuh perasaan dan gairah. 

Apa yang harus dijalankan ketika akan bercinta?


Suasana Romantis 
Jika keinginan untuk bercinta sudah berada di ubun-ubun memang sulit untuk diredam. Namun untuk menuntaskan hasrat ini dengan pasangan tidak bisa langsung tancap gas. Diperlukan trik-trik khusus agar pasangan juga mengalami keinginan yang sama.

Pertama ciptakan suasana romantis. Rayu pasangan Anda. Bisa dengan balaian, atau pun kata-kata yang mampu membangkitkan gairah pasangan Anda. Kalau perlu, putar film yang mampu membangkitkan gairah. Sambil menikmati film Anda bisa melancarkan bisikan dan belaian sebagai rangsangan awal.


Ciuman Penuh Gairah
Ciuman mungkin dianggap biasa, tetapi pernahkah mencium ketika pasangan Anda tengah melepaskan underwear? Sebelum anda mencium, tataplah matanya selama dua detik. 

Jangan mendorong lidah anda ke tenggorokannya setiap saat. Berikan kecupan di bibir secara berkala dan pijat lidahnya dengan lidah anda. Gerakan tangan ke bagian belakang rambut, cium sambil dekap dengan erat. Perlahan-lahan gerakan tangan Anda ke sekitar tubuhnya untuk membiarkan pasangan merasakan sensasi berbeda. Tetapi jangan menyentuh pada bagian yang paling utama.


Lepaskan Perlahan-lahan
Melepaskan pakaian memiliki kesenangan tersendiri. Ketika Anda membuka, jangan merobeknya. Saat ini yang anda lakukan hanyalah melepaskan pakaian perlahan-lahan, hanya tinggal menyisakan pakaian dalam. 

Jika Anda pria, muailah mulut Anda beraksi di sekitar bra dan berikan ciuman pada payudara sampai Anda siap untuk melepaskan bra. Biarkan mulut Anda meluncurkan di atas puting tetapi tidak lebih. Ingat, ini baru permulaan.


Pijatan Lembut
Setelah Anda melepaskan pakaian dan bra, mulai berikan ciuman seperti yang dilakukan sebelumnya tetapi kali ini biarkan tangan Anda bekerja di punggung dengan pijatan ringan dari atas ke bawah sampai ke bagian pantat. Biarkan tangan Anda sampai ke bagian luar pahanya, angkat dan lilitkan kakinya di pinggang Anda.

Berhubungan Kering
Tanggalkan celana yang Anda kenakan. Biarkan dia terlentang dan perlahan-lahan tempatkan tubuh Anda di atasnya. Kini mulailah menirukan gerakan anda seperti bersetubuh. Ini penting untuk memberikannya khayalan. 

Berikan ciuman lembut kembali dan tempatkan tangan anda di bawah bahu, peluk dia seperti Anda tengah bersetubuh.


Lepaskan Semuanya
Kini saatnya menanggalkan semua yang dikenakan. Tetapi selagi Anda melepaskan setiap item, berikan ciuman dan kecupan di setiap bagian tubuh. Jangan terburu-buru.

Sisihkan waktu dan tujukan padanya bahwa anda sangat mengagumi tubuhnya. Setelah itu, lepaskan pakaian yang Anda kenakan perlahan-lahan dan berbaring di sampingnya. 

Berikan rabaan penuh mesra. Berikan pasangan Anda cukup kesenangan dengan meraba vulva atau vaginanya. Biarkan kepala Mr P Anda masuk kemudian angkat dan lanjutkan meraba bagian yang paling sensitif. Ketika pasangan mulai minta Anda untuk masuk, inilah akhir dari foreplay. Dan inilah awal pertarungan sesungguhnya ... (sumber : kapanlagi.com)

5 Rahasia Pria untuk Urusan Ranjang

SETIAP pria tentu bangga bila dapat memuaskan pasangannya. Karena itu umumnya pria yang usianya mendekati kepala 4, tentu memiliki kecemasan berhubungan dengan kemampuan seksualnya.

Hal ini disebabkan adanya anggapan, semakin tua usia membuat semakin turun kemampuan tersebut. Sebenarnya ada 5 rahasia yang selama ini tak pernah diungkapkan oleh kaum pria. Mau tahu? Inilah dia..

 
Rahasia pertama:
Hampir setiap orang melakukan marturbasi, tanpa memandang usia, status perkawinan, kehidupan religius, atau status sosial. Karena itu jangan kaget, jika sebagian besar kaum pria usia 30-40 tahun, meskipun sudah menikah juga melakukan hal tersebut. Dan perilaku semacam ini sebenarnya normal dan tak perlu dicemaskan.

Rahasia kedua:
Kaum pria umumnya lebih kaya dan heboh dalam berfantasi. Apalagi pada usia anak hingga 10 tahun, perubahan keinginan seksual cukup besar. Hanya saja fantasi seksual itu menyenangkan, tapi mewujudkan fantasi itu seringkali mengecewakan. Ini terjadi karena antisipasi jauh lebih besar daripada realisasi.

Fantasi memang perlu, tapi seks yang terbaik adalah didasarkan pada realita, cinta yang sejati, dan komunikasi yang jujur. Kejujuran dan keterbukaan adalah afrodisiak yang terbaik.


Rahasia ketiga:
Semua pria memiliki kecemasan dalam masalah seksual pada suatu saat dalam kehidupan merek. Kecemasan ini akan meningkat pada usia 30 tahun ke atas. Alat vital pria, bukanlah semacam alat yang bisa dibongkar pasang bahkan merupakan bagian integral dari orang tersebut. Jika ada masalah di benak atau di hari, alat vitalnya tidak akan dapat bekerja dengan baik. Maka sangat bisa terjadi, pria-pria eksekutif punya problem di usia ini.

Pasangan yang tidak menyadari hal ini, mungkin memberikan tekanan terlalu besar pada pria. Namun, jika hati dan pikiran dikaitkan dengan hubugan yang baik dan penuh cinta, selalu ada cara untuk mengatasi masalah seksual.


Rahasia keempat:
Tak semua pria sadar, hampir semua wanita pernah berpura-pura mengalami orgasme. Sama seperti pria mengalami tekanan, wanita juga mengalami tekanannya sendiri. Hanya saja, pria memang tidak dapat berpura-pura ereksi.

Orgasme wanita tidak selalu datang dengan mudah, karena orgasme wanita lebih terkait kepada hati dan pikiran mereka. Pada saat-saat itu, berpura-pura mungkin merupakan pilihan yang lebih sederhana ketimbang menciptakan frustasi, kekecewaan, dan mungkin suatu percekcokan antara satu pasangan.

Kadang-kadang berpura-pura dapat diterima, tetapi yang lebih baik lagi adalah komunikasi yang jujur, dukungan, dan penerimaan bahwa kehangatan kasih sayang adalah hal yang terpenting. Saat pasangan lebih terbuka dan saling menerima satu sama lain, berpura-pura orgasme tidak lagi diperlukan.

Rahasia kelima:
Sebagian besar pria dan wanita tetap menyembunyikan rahasia seksual mereka satu sama lain, meskipun sudah suami istri. Biasanya perkembangan seksual terjadi lebih cepat dibandingkan pengungkapan emosional.

Cara lain mengatakannya: Pria dan wanita lebih cepat membuka pakaiannya, ketimbang membuka diri. Dengan demikian, dalam hubungan perkawinan yang langgeng, pola seksual cenderung terbentuk sebelum memiliki kesempatan untuk dibahas.

Jika pola seksual sudah terbentuk, akan menjadi semakin sulit untuk mendiskusikan perubahan-perubahan, karena harus diakui, masalah seks masih dianggap sebagai masalah pribadi yang peka. (sumber : astaga.com)

Apa Itu Orgasme?

ORGASME itu berbeda untuk masing-masing orang dan bukan hal yang aneh lagi memang sulit untuk didefinisikan. Ahli terapi seksual Paula Hall akan menjelaskan bagaimana faktor fisik dan emosi terlibat pada pria dan wanita, mengapa kualitas lebih penting daripada kuantitas dan mengapa pura-pura orgasme hanya membuang waktu saja.

Apa itu orgasme?

Pada tahun 1953 seorang ahli terapi terkenal mendefinisikannya sebagai “suatu pelepasan dasyat dari ketegangan pada syaraf dan otot".

Masih banyak definisi lain, tetapi kata “ketegangan” paling banyak muncul dari semua yang ada. Yang mana hal ini berarti bahwa ketika Anda melakukan hubungan seksual, Anda akan membebaskan tubuh Anda sehingga Anda dapat merasakan kesenangan dan kepuasan untuk kembali ke aktivitas normal setelah melakukan itu. Benar-benar unik!

Apa yang terjadi pada tubuh kita ketika orgasme? Hal-hal teknis yang menciptakan tanda-tanda ini sangatlah menakjubkan.

- Jantung Anda akan memompa lebih cepat dan nafas Anda akan menjadi lebih berat untuk menyuplai otot-otot yang sudah tegang ini. 

- Hormon-hormon seperti endorphin dan oxytocin akan dipompa ke sekitar otak dan tubuh Anda, yang membuat Anda merasa begitu senang. 

- Darah akan dipompa ke organ seksual Anda untuk menciptakan suatu tekanan yang secara langsung membangkitkan reflek pudendal (kejangnya otot-otot dari organ seksual). 

- Gerakan reflek ini akan membuat otot dasar panggul Anda akan berkontraksi sebanyak 5 sampai 15 kali dalam interval 0,8 detik. Inilah proses orgasme yang kita tahu. 

- Dan yang baru saja ditemukan, yaitu adanya pergerakan reaksi pada syaraf yang melewati tulang belakang. Hal ini menjelaskan pada beberapa penderita lumpuh tulang belakang bisa merasakan orgasme.


Apa yang seharusnya dijauhkan dari suatu orgasme
Sebuah orgasme seharusnya jangan pernah dijadikan sebagai tujuan utama dari suatu hubungan seksual. Anda tetap merasa punya momen yang menyenangkan dengan pasangan, merasa bergetar, sensual, intim dan penuh cinta, walau tanpa orgasme.Yah memang itu menyenangkan, tetapi kecuali memang tujuan utama Anda adalah hamil orgasme seharusnya bukanlah menjadi satu-satunya tujuan.

Anda tidak bisa membuat seseorang mendapat orgasme
Apa yang bisa Anda lakukan, selain memberikan stimulasi fisik pada pasangan Anda yaitu menciptakan sebuah lingkungan yang aman, nyaman dan penuh kasih sayang untuk mereka yang mana bisa membuat orgasme itu bisa terjadi.

Orgasme tidak melulu berkutat seputar organ seksual
Beberapa orang bahkan mengalami orgasme, tanpa disentuh organ seksualnya. Beberapa orang menggambarkan sensasi ini sebagai suatu rasa “gatal”, sedangkan pada yang lain menggambarkannya sebagai suatu rasa yang menyebar di seluruh badan.

Berpura-pura

Mengapa beberapa orang (pria dan wanita) berpura-pura orgasme? Mungkin orgasme macam ini adalah pertanda keinginan untuk menghentikan seks. Kebanyakan orang melakukan ini untuk menyenangkan pasangannya.

Mereka merasa akan mengecewakan pasangannya, kalau mereka tidak orgasme. Daripada berpura-pura, jauh lebih baik ciptakan suatu hubungan di mana jika Anda sedang tidak mood atau kehilangan momentum, Anda dapat mengatakan itu dengan jujur.


Kualitas bukan kuantitas

Kita cenderung memberi pengertian yang salah tentang orgasme pada lingkungan kita. Kebanyakan artikel tentang peningkatan kehidupan seksual lebih fokus pada meningkatkan orgasme atau membuatnya menjadi lebih sering. Tetapi intensitas dari suatu orgasme bukanlah suatu indikasi mutlak dari kepuasan seksual.

Jika Anda ingin mendapat suatu orgasme, Anda dapat melakukannya sendiri. Tapi jika Anda ingin suatu kepuasan dalam kehidupan seksual, Anda perlu lebih dari itu.

Dalam terapi psikologis seksual, orang-orang akan diberitahu tentang aturan 2-6-2. Dari 10 kali hubungan seks, kemungkinan dua di antaranya akan fantastis dan membuat pikiran melayang-layang. 6 lainnya lumayan tapi tidak ada yang spesial. Dan 2 sisanya Anda berharap tidak akan diganggu. (sumber : bbc)

15 September 2008

Beri Kenikmatan dan Orgasme Pada Pasangan Anda

BANYAK pemikiran bahwa kebanyakan wanita tidak merasakan orgasme. Tapi jangan jadikan pasangan Anda menjadi salah satu dari mereka. Pelajarilah cara memberikan mereka kenikmatan seksual dan orgasme untuk menjadikan hubungan Anda menjadi lebih menyenangkan.

Sebelumnya, wanita memang terkenal malu dan tidak terbuka dengan apa yang mereka inginkan di tempat tidur. Ada juga wanita yang tidak merasakan orgasme sebenarnya namun hal itu tidak mengganggu mereka dan pasangan. 

Tapi sekarang, wanita lebih terbuka dengan apa yang mereka inginkan. Mereka juga mengharapkan klimaks sejati saat bercinta. Jika Anda merasa pasangan Anda tidak puas selama bercinta dan Anda ingin memberikannya kenikmatan dan orgasme, maka Anda perlu mencari tahu cara membuatnya puas di atas tempat tidur.

Ketidakpuasan seksual bisa mengakibatkan masalah dalam hubungan seperti perpisahan bahkan perceraian. Cari tahu bagaimana cara memberikan kepuasan seksual padanya dan buatlah hubungan Anda menjadi lebih kuat dan pasangan Anda lebih bahagia.

Ada beberapa teknik dan keahlian yang harus Anda pelajari untuk membuat seks menjadi lebih menantang dan menyenangkan untuk memberi pasangan Anda kepuasan. Inilah beberapa tipsnya.

Usahakan lebih berani untuk mencoba posisi bercinta yang lain. Pasangan mungkin merasa bosan dan susah mendapatkan orgasme jika Anda hanya menggunakan posisi bercinta yang sama setiap saat. Cobalah posisi bercinta lainnya untuk mendapatkan orgasme dan memberinya kepuasan seksual.

Posisi bercinta lainnya seperti posisi misionaris di mana tungkainya ada di pundak Anda, penetrasi dengan posisi yang jarang dilakukan, atau woman on top akan membuat Anda bisa memberi stimulasi pada G-spot yang merupakan area paling sensitif wanita. Hal itu akan membuatnya mampu ejakulasi dan meraih orgasme.

Atau, berilah dia kenikmatan seksual dan orgasme melalui seks oral. Wanita tidak hanya bisa mendapatkan orgasme melalui penetrasi saja. Wanita bisa mendapatkan multiple orgasm dan Anda bisa memberikan kenikmatan seksual melalui seks oral. Gunakan bibir dan lidah Anda untuk memberi stimulasi dan menekan bagian paling sensitifnya. Bawa pasangan Anda ke awang-awang kepuasan orgasme. (sumber : kapanlagi.com)

Mengkomunikasikan Seks

MEMBICARAKAN dengan pasangan Anda apa yang Anda suka akan bisa membawa kehidupan seks Anda ke arah yang lebih memuaskan, menurut penasehat masalah seks Suzie Hayman.

Tidak ada yang bisa membaca pikiran orang lain

Pada beberapa pasangan, kebanyakan di antara mereka merasa kalau pasangannya tidak mengerti bagaimana memuaskannya secara seksual. Hal ini tentunya dapat menurunkan rasa percaya diri dari pasangan tersebut.

Masalahnya di sini adalah ketika berbicara tentang seks, kita selalu ingin menjadi ahlinya secara instan, dengan pengetahuan secara naluri saja apa yang bisa memuaskan kita dan pasangan kita. Tetapi kenyataannya, seks sama seperti keahlian lain. Jika kita ingin belajar bagaimana mengemudikan mobil atau mengendarai sepeda, kita harus memulainya sebagai seorang pemula dan harus belajar. Sama seperti seks, untuk mengerti respon Anda sendiri dan pasangan Anda, Anda harus belajar dan berlatih. 

Kenapa harus begitu? Semuanya karena setiap orang merespon rangsangan seksual secara berbeda.Beberapa suka sentuhan lembut, lainnya lebih suka yang kasar. Seseorang bisa saja terangsang oleh sesuatu yang menurut yang lainnya, tidak menyenangkan atau tidak menarik. Kecuali kalau Anda seorang paranormal, satu-satunya cara bagi Anda untuk mengetahui selera pasangan Anda, dan bagi pasangan Anda untuk mengetahui selera Anda, adalah dengan berkomunikasi.


Katakan yang Anda ingin coba

Mengatakan apa yang Anda suka dan tidak suka mempunyai beberapa keuntungan. Tidak saja dapat menambah kesenangan Anda, tetapi semakin banyak yang Anda katakan, Anda akan bisa lebih santai dan percaya diri dengan pasangan Anda.

Kebanyakan orang menginginkan lebih banyak variasi dalam kehidupan seks mereka, entah itu berupa oral seks ataupun posisi hubungan seks yang baru. Untuk mengatakan kalau mereka ingin mencobanya, terkadang mereka malu atau takut ditolak. 

Tetapi Anda tidak perlu langsung tiba-tiba memintanya. Cobalah cara ini, temukan pilihan yang Anda inginkan itu di web atau majalah atau buku, kemudian tunjukkan ke pasangan Anda dan katakan, "Kelihatannya menyenangkan ya. Mau mencobanya?" Dengan cara seperti ini, ada kemungkinan besar pasangan Anda menjadi tertarik untuk mencobanya bersama Anda. 


Isyarat tanpa kata-kata

Komunikasi verbal memang penting tetapi tidak perlu terlalu memaksakan untuk selalu berkomentar dan memberikan perintah. Anda dapat menunjukkan apa yang Anda inginkan dengan beberapa cara tanpa perlu kata-kata.

Biarkan mereka tahu ketika mereka berhasil merangsang AndaPada saat Anda berhubungan seks, pastikan pasangan Anda tahu ketika mereka berhasil menemukan tempat di mana yang membuat Anda terangsang.

Jika mereka butuh sedikit petunjuk, coba arahkan secara lembut tangan mereka untuk melakukan apa yang membuat Anda terangsang. Buatlah komunikasi menjadi dua pihak. Dengarkan dan perhatikan gerakan dan suara yang dibuat pasangan Anda, jadi Anda akan mengetahui apa yang mereka suka dan tidak suka.


Jujur, berpikir positif dan demonstrative

Jika Anda akan mengatakan apa yang Anda suka dan menanyakan apa yang diinginkan pasangan Anda, ada tiga hal penting yang perlu Anda ingat dalam pikiran Anda. 


- Berpikir positif

Jangan katakan seberapa buruk pasangan Anda ketika beraksi di tempat tidur. Lebih baik saat mereka melakukan sesuatu yang Anda suka katakan ketika dia melakukan itu, Anda sungguh terangsang dan menikmatinya. Dengan itu mereka akan menangkap keinginan Anda. 


- Jujurlah

Tidak ada gunanya berpura-pura atau mengatakan Anda menyukai sesuatu yang seharusnya tidak Anda suka, karena tidak akan memberi petunjuk apa-apa ke pasangan Anda untuk melakukan yang lebih baik. 


- Demonstratif

Jangan malu-malu untuk menunjukkan cara bagaimana yang Anda suka. (sumber : bbc)

Wanita Masturbasi, Kenapa Tidak?


DARI jaman dahulu kala, kaum wanita kebanyakan selalu tabu untuk membicarakan berbagai hal yang berhubungan dengan seks. Padahal kita tahu, dari beberapa riset, membuktikan bahwa wanita memiliki dorongan atau nafsu seks, dua kali lipat lebih besar dari pria. Hanya wanita selalu bisa mengontrol dan menahan nafsu tersebut. 

Berbeda dengan para pria, kaum laki-laki bisa melampiaskan nafsu seksnya kapanpun dan di manapun. Jika mereka belum memiliki pasangan, mereka bisa melakukan kegiatan pemuasan birahinya dengan melakukan masturbasi, atau yang lebih sering disebut onani. Lalu, bagaimana dengan wanita? Apakah wanita juga melakukan masturbasi?

Karena wanita selalu bisa menutupi nafsu dan keinginan seksnya, beberapa persen wanita selalu merasa tabu untuk berbagi pengalaman tentang kehidupan seksnya. Tetapi, tak jarang juga para wanita berbagi dengan beberapa rekan dekat wanitanya, dan berbagi tentang masalah seks, baik yang dilakukan dengan pasangan ataupun melakukan solo seks atau masturbasi.

Bagaimana wanita melakukan masturbasi?Wanita memiliki beberapa titik sensitif yang peka terhadap rangsangan seksual. Yang pertama adalah kelentit (clitoris) yang dalam hal ini merupakan bagian yang sangat peka.

Kelentit terletak di ujung atas kemaluan wanita (vagina), tepat di antara bibir dalam (labium minora) dan bibir luar vagina (labium mayora). Dan bila wanita menerima rangsangan seksual, bagian penting yang ukurannya relatif kecil ini akan membengkak dan menjadi tegang, seperti halnya alat kelamin pria. Sehingga seringkali kelentit disebut sebagai miniatur alat kelamin pria, yang ada di tubuh wanita. Selain itu, wanita juga sangat peka rangsangan seks di bagian puting buah dadanya.

Wanita bisa merasakan orgasme atau klimaks dengan adanya rangsangan langsung ataupun tidak langsung pada kelentitnya. Cara yang paling sering dilakukan oleh para wanita untuk merangsang kelentitnya adalah dengan cara menggosok-gosok kelentitnya dengan jari atau dengan bantuan sebuah alat. 

Bagaimana cara menggosoknya, terserah para wanita melakukannya. Bisa dengan menggosok, menekan, memilin bahkan mencubitnya. Agar merasa lebih nikmat, para wanita yang bermasturbasi biasanya membasahi jarinya dengan cairan kemaluan atau dengan ludah, sehingga membuat kelentit semakin licin dan mudah dimainkan. Sementara itu para wanita juga bisa memilin-milin puting buah dadanya sembari tangan lainnya memainkan kelentitnya. 

Kegiatan ini sebaiknya dilakukan di tempat-tempat yang tenang, dimana para wanita bisa melakukan masturbasi secara nyaman dan bebas berekspresi dengan imajinasi seksnya dan akan semakin cepat mencapai klimaks atau puncak kepuasan seks.

Bagaimana wanita mencapai orgasme?Orgasme bisa digambarkan sebagai rasa puas akan kenikmatan seks dari rangsangan seksual dan biasanya para wanita akan mengejang berkali-kali karena ketika orgasme seluruh otot akan menegang. Pertanda jika wanita akan mengalami orgasme adalah, kelentit, kemaluan, serta lubang dubur akan menegang, dan setelah itu kelentit akan merasa sangat sensitif sampai membuat rasa geli yang tak tertahankan. 

Tetapi ada juga beberapa wanita yang langsung melakukan masturbasi lagi setelah orgasme, untuk mencapai orgasme berikutnya hingga berulang-ulang. Biarkan semua emosi keluar pada saat orgasme, dengan demikian para wanita yang ingin memuaskan keinginan seksnya bisa merasa sangat rileks dan merasa lebih tenang. (sumber : kapanlagi.com)

Perbedaan Ketakutan Antara Kaum Pria & Wanita

MUNGKIN Anda sering bertanya-tanya mengapa pasangan jadi uring-uringan tanpa sebab. Well.. Mungkin saja itu terjadi karena suami atau istri kita menyimpan sejumlah ketakutan yang enggan diutarakan. Nah agar Anda lebih memahami lagi apa yang dirasakan pasangan, mungkin cara terbaik adalah dengan mengenali sumbernya. Berikut panduannya..

Yang Ditakuti Pria

Mungkin terdengar aneh bahwa kaum pria memiliki ketakutan tersendiri. Nah, kira-kira apa ya yang paling ditakuti pria? Simak daftar berikut ini..


Perceraian

Baik cerai karena kematian maupun pisah. Karena itu inisiatif cerai bisanya datang dari perempuan. Apa yang membuat pria akhirnya sanggup menerima perceraian adalah dua hal, yaitu keyakinan bahwa ia akan mendapat wanita yang lebih menarik, dan bahwa ia akan kehilangan muka bila menolaknya.


Wanita

Pria takut jauh dari wanita, lebih dari yang dapat mereka akui. Pada dasarnya karena pria tidak tahu apa yang menggerakkan wanita. Ketakutan itu tercermin antara lain ketika mereka membuat lelucon atau berbicara di antara mereka sendiri, yang cenderung merendahkan perempuan.


Penolakan

Pria sangat takut dikalahkan atau disingkirkan, karena sangat memalukan. Maka tak peduliseberapa bagus pun alasan penolakannya, ego pria mengartikan bahwa dirinya 'tidak cukup baik'.


Tidak masuk hitungan

Semua pria merasa harus menjadi pemimpin. Jika hal itu tidak tercapai, setidaknya mereka ingin mendapatkan pengakuan dari lingkungan terdekatnya.


Mudah diserang

Benar, pria memang sangat takut terikat dan kehilangan kebebasannya. Hal ini membuat pria menjadi sangat mudah diserang. Wanita yang cerdik tak akan memikat pria melalui perutnya, tetapi dengan menghormati kebutuhannya akan kebebasan dan pilihan hidupnya.


Mempercayakan rahasia

Pria tidak suka tampak bodoh. Itu sebabnya mereka sangat sulit mempercayai orang, terutama wanita. Mereka khawatir dikhianati dan dikecewakan.


Menjadi ayah

Meskipun seorang pria sangat bangga menjadi seorang ayah, tapi hal itu sekaligus menjadi sumber ketakutan. Menjadi ayah, bagi mereka merupakan pertanda tak bisa lagi main-main tanpa tanggung jawab seperti bujangan. Dan lagi, kalau istri telah punya anak sendiri, siapa yang akan mengurusnya?


Yang Ditakuti Wanita

Bukan rahasia lagi

Wanita yang kuat menjadi ancaman bagi pria, dan wanita pintar menakuti mereka. Tapi ironisnya, ketika pada wanita dibuka daerah gelap atau wilayah tertutupnya, pria akan tahu bahwa mereka tak perlu takut sama sekali. Simak saja sumber ketakutan wanita:

Membuat pria takut. Wanita sangat takut membuat pria ketakutan padanya. Karena itu, di kantor, organisasi, maupun dalam rumah tangga banyak wanita cenderung mengerem ambisi dan potensinya, semata demi tidak membuat pria merasa terancam dan takut padanya.

Disakiti dan dimanfaatkan pria

Wanita selalu berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa seandainya ia wanita yang lebih langsing, lebih baik, lebih seksi, dan lebih menarik, pasti pria akan tergila-gila padanya dan membiarkannya memperbaiki penampilan pria tersebut. Hal itu merupakan refleksi dari ketakutannya akan disakiti dan dimanfaatkan pria.


Semua mantan pacarnya

Tak ada bedanya siapa yang mengakhiri hubungan dimasa lalu, atau mengapa; seorang wanita yang jatuh cinta selalu bertanya-tanya apakah pria yang dicintainya masih merindukan para mantan pacarnya setelah mereka putus cinta.


Semua teman wanitanya

Karena tidak percaya pada hubungan platonik (cinta yang bersifat persaudaraan) antar jenis kelamin, wanita selalu menaruh kecurigaan besar pada semua teman wanita kekasihnya. Walaupun dia sendiri banyak memiliki hubungan platonik dengan teman-teman prianya.


Wanita yang tak ada

Wanita percaya bahwa tak ada yang lebih menarik bagi pria kekasihnya itu, selain bayangan seorang wanita yang selalu diangankannya, walau tak pernah ada wujudnya.


Ibunya

Tak peduli betapa bagusnya hubungan antara sang pria dengan ibunya, wanita cenderung berpikir bahwa ada yang dirahasiakan dan pada suatu hari keburukannya akan menimpa dirinya. Tapi jika sang pria mengagumi ibunya, dia akan menuduhnya 'anak mami'. 

Hamil

Wanita selalu khawatir bahwa tubuhnya yang menggemuk dan tidak menarik akan membuat pasangannya berhenti memperhatikannya. Dengan begitu dikiranya pria akan mudah tertarik pada wanita lain yang ditemuinya.

Tampak sederhana, sepele atau tidak masuk akal bagi Anda? Tapi memang begitulah lawan jenis kita. (sumber : astaga.com)