Tampilkan postingan dengan label Survai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Survai. Tampilkan semua postingan

26 September 2008

Suami Usia 40, Istri Rawan Keguguran

PASANGAN yang sedang berusaha mendapatkan keturunan akan lebih sulit apabila calon bapak berusia di atas 40 tahun. Selama ini usia calon ibu memegang porsi terbesar dalam keberhasilan dan kegagalan mendapatkan keturunan.

Temuan ilmuwan Perancis seperti yang disampaikan pada Konferensi European Society of Human Reproduction and Embryology baru-baru ini menyebutkan bahwa pengaruh usia calon bapak terbukti lebih kuat dibanding perkiraan semula.

‘’Untuk pertama kali data menunjukkan bahwa faktor paternal dalam inseminasi buatan mempunyai efek kuat termasuk tinggat keguguran janin,’’ kata Dr Stephanie Belloc yang memimpin riset dari Eylau Centre for Assisted Reproduction.

Secara keseluruhan kegagalan pembuahan dari segi paternal karena penurunan jumlah sperma dan kualitasnya. Namun sekarang tanpa terlalu detail, usia pria melewati 40 tahun memberi pengaruh besar terhadap kesuburan.

Kesimpulan ini berdasarkan 21.000 sampel yang melakukan program bayi tabung. Sebelum membuahi, sperma melewati prosedur standar yakni 'dicuci' dalam senfrifuse untuk memisahkan sperma dari cairan seminal. 

Sperma yang telah membuahi sel telur, kemudian disuntikkan langsung ke uterus.

Selain meneliti kualitas, tim periset juga 'mengikuti' perjalanan sperma hingga kehamilan, keguguran, dan kelahiran bayi. Peneliti menemukan fakta bahwa pengaruh patenal terhadap keguguran lebih besar pada saat usia calon bapak di atas 40.

Sementara itu, seperti yang telah menjadi pengetahuan bersama bahwa perempuan yang berusia menjelang akhir masa subur lebih sulit hamil dan peluang keguguran lebih besar dibanding perempuan muda. 

Risiko keguguran lebih tinggi sekitar 35% bila calon bapak berusia di atas 40. Sementara benih dari calon bapak yang berusia di bawah usia 30, risiko keguguran sekitar 10-15%.

Dari segi DNA, hubungan antara usia calon bapak dengan peluang kehamilan dan keguguran disebabkan oleh kerusakan pada sperma yang menyebabkan muncul fragmen. 

Bila sebelumnya ahli kandungan memusatkan perhatian pada perempuan, yang jika ingin memiliki anak sebaiknya hamil sebelum usia 35-38 tahun sebab setelah itu akan sulit, kini fokus yang sama juga diberikan kepada calon bapak. (sumber : inilah.com)


Perempuan Lebih Mudah Orgasme dalam Mimpi


MIMPI basah sepertinya dipatenkan milik para pria, meski sebenarnya bunga tidur erotis dialami juga oleh perempuan. Sekitar delapan persen dari mimpi berkaitan dengan aktifitas seksual dinikmati pria dan perempuan.

Persentase mimpi erotis pada perempuan saat ini lebih besar dibanding 40 tahun lalu. Angka ini, seperti dikutip dari ringkasan penelitian Dr Antonio Zadra dari University of Montreal, bisa jadi karena perempuan sekarang lebih terbuka membicarakan masalah seks dibanding beberapa dekade lalu. Jadi bukan semata-mata perempuan zaman sekarang lebih doyan seks.

Hasil penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan Associated Professional Sleep Societies (APSS) menyebutkan hubungan seks mendominasi mimpi erotis pada pria dan perempuan. Diikuti dengan bermesraan, berciuman, fantasi, dan masturbasi.

Hasil survei Dr Zadra pada lebih dari 3.500 relawan itu melaporkan sekitar 4% dari mimpi itu mencapai orgasme. Menariknya, jumlah persentase yang sama juga dinikmati perempuan, meskipun mimpinya tidak melulu hubungan seks. Artinya, perempuan lebih sering orgasme dalam mimpi dibanding pria.

Sekitar 20% dari mimpi seks pada perempuan dilakukan dengan pasangan saat ini dan sebelumnya, sedangkan pria hanya 14%. Sementara itu, pasangan seks pria dalam mimpinya lebih beragam, persentasinya mencapai dua kali lipat. Dengan kata lain, dalam mimpi sekalipun, para pria memang tidak pernah bisa setia.

Pengamatan terhadap perbedaan jender ini, seperti dikatakan Dr Zadra, menunjukkan kebutuhan, pengalaman, nafsu, perilaku, dan pandangan yang bersangkutan terhadap seks. Lebih jauh disebutkan, pengamatan terhadap mimpi seks sehari-hari dapat dijadikan standar menyangkut jalan pikiran dan fokus hidup orang tersebut. (sumber : inilah.com)


40% Perempuan Orgasme Saat Menyusui


MEMILIKI pengalaman orgasme yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan hubungan seks (ML), membantu kita mamahami begitu kompleksnya respon seksual. Dari segi klinis, orgasme tak terduga digambarkan sebagai respon seks langka. Sering terjadi pada terapi untuk orang-orang depresi.

Selain itu ada dua jenis orgasme yang terjadi saat tidur. Paling populer adalah mimpi basah. Respon ini terjadi pada lelaki dan perempuan tanpa rangsangan fisik, melainkan dari rangsang otak kemudian mengalir ke badan, dan hasilnya adalah orgasme.

Orgasme lain saat tidur dinamakan sexsomnia atau seks tidur (sleep sex). Ini agak jarang terjadi. Yang bersangkutan biasanya melakukan masturbasi, oral seks atau ML biasa, yang berujung pada orgasme. Namun semua itu dilakukan saat tidur.

Orgasme tak terduga lainnya adalah akibat cedera urat syaraf. Pada pertengahan 1990-an, penelitian laboratorium menemukan fakta bahwa orang yang memiliki masalah dengan urat syaraf mampu merasakan orgasme yang sebenarnya. 

Studi lain bahkan menyebutkan sekitar 52 perempuan cedera urat syaraf mampu orgasme. Dari segi ilmu syaraf, hasil riset ini menemukan pola hubungan antara rahim dengan otak.

Ibu yang menyusui tidak hanya baik bagi bayi, namun juga sesekali merasakan orgasme tak terkira. Dari sebuah survei menyebutkan sekitar 40,5% ibu menyusui pernah orgasme saat bayi menyedot susu, dan 16,7% lainnya merasa terangsang. 

Banyak perempuan malu mengakui fakta ini, namun sebenarnya ini berhubungan dengan hormon oxytocin, yang menstimulus keluarnya ASI, dan pada saat yang lain membantu kontraksi uterus baik saat melahirkan atau orgasme dari ML (sumber : inilah.com

152 Juta Lelaki Impoten!


SATU hal yang paling ditakuti lelaki adalah ketika mereka mengalami impotensi atau disfungsi ereksi. Tahukah Anda bahwa pada akhir 2007, sebanyak 152 juta pria di dunia adalah penderita impoten?

Berdasarkan laporan The Massachusset Male Aging Study, jumlah ini diperkirakan meningkat menjadi 322 juta orang pada 2025. Mereka menemukan bahwa sebanyak 39,1% kasus impotensi terjadi pada pria berusia 40. Sedangkan pria penderita impotensi pada usia 70 mencapai 65%.

Orang tua berusia 70-80 yang 71% di antaranya adalah pria, melaporkan aktivitas seksual reguler. Seiring bertambahnya usia, risiko terjadinya impotensi juga semakin meningkat. Kecelakaan yang mengakibatkan cedera pada tulang belakang juga bisa menjadi salah satu penyebab impotensi.

Beberapa penderita disfungsi ereksi menggunakan situs porno untuk mendapatkan rangsangan sehingga terjadi ereksi. Mereka juga mengkonsumsi obat kuat sebagai langkah awal sebelum akhirnya menjalani terapi pengobatan.

Namun masyarakat sebaiknya tidak mengkonsumsi obat kuat secara sembarangan. Pasalnya, jika seorang penderita penyakit jantung menjalani terapi nitrat dengan mengkonsumsi obat kuat tanpa pengawasan, dikhawatirkan dapat menyebabkan kematian.(sumber : inilah.com)

Kafein Bikin Sperma Seperti 'Rudal'


BAGI sebagian orang, minum kopi memang mujarab untuk mengusir kantuk atau sebagai sarana bersosialisasi dan bersantai. Namun kopi ternyata bisa membuat pria tampil bagaikan Arjuna di kisah pewayangan, yang mampu membuat perempuan berada di awang-awang.

Penelitian Universitas Sao Paulo, Brasil, menemukan fakta kehadiran kafein mampu merangsang sel-sel sperma melesat bagaikan sebuah rudal. Selain itu juga mendongkrak kesuburan seorang pria. 

Seorang pria penggemar kopi yang beristrikan seorang perempuan, kecil peluang sukses dalam mendukung program 'Keluarga Berencana'. Soalnya pria penggemar kopi secara ilmiah memiliki sperma cespleng. 

‘’Sekali tersembur saat berhubungan intim, maka jaminan kesuksesan membuahi sel telur pasangannya secara ilmiah 95:5,’’ kata dr Rodrigo Gonzales, peneliti dampak kopi atas kesuburan pria dari Universitas Sao Paulo.

Hasil penelitian ini tercatat dalam jurnal hasil konferensi American Society for Reproductive Medicine, di San Antonio. Ini berdasarkan sampel terhadap 750 pria calon peserta vasektomi yang dibagi dalam empat kelompok, yakni kelompok tak minum kopi, kelompok peminum kopi ringan (antara 1-3 cangkir kopi/hari, kelompok peminum sedang (antara 4-6 cangkir kopi/hari, dan terakhir kelompok peminum kopi berat (lebih dari enam cangkir per hari). 

Penelitian dilakukan dengan menggunakan ukuran skala cangkir dengan volume 100 ml. Setelah melakukan penelitian dalam kurun waktu sekitar tiga bulan, ternyata menghasilkan kesimpulan bahwa pria yang setiap hari rutin mengkonsumsi kopi memiliki kualitas sperma jauh lebih sehat dibanding yang tak mengkonsumsi kopi. 

Ini karena kafein dalam kopi memiliki kemampuan merangsang kecepatan berenang sel sperma. Selain itu, memiliki kemampuan lain membantu memperbaiki sampel sperma dalam proses IVF (in-vitro fertilisation) atau proses pembuahan di luar rahim. 

Hasil penelitian serupa juga dilakuan sebuah tim di State University of New York, Buffalo. Namun sampel penelitian yang dilakukan berbeda, yaitu membentuk dua kelompok sampel yang masing-masing terdiri dari 75 pria. 

Masing-masing kelompok dicekoki konsumsi kopi yang berbeda dalam waktu sekitar empat bulan. Kelompok satu diwajibkan meminum kopi secara rutin, sementara kelompok lainnya dilarang minum kopi dan disarankan menghisap ganja secara rutin. 

Hasil penelitan ternyata para pria peminum kopi memiliki sperma yang memiliki daya tahan cukup lama, pergerakannya lebih gesit, dan kandungan kesuburan sperma sangat tinggi. Selain itu, para peminum kopi tak memiliki keluhan terhadap kualitas kejantanan mereka. Cukup dengan memandang, langsung greng dan siap tempur. 

Sebaliknya yang menimpa para sampel pengisap ganja ternyata melahirkan catatan keluhan psikologis bervariasi. Misalnya, hilangnya kualitas libido mereka sebagai seorang pria. Kalaupun siap tempur tapi kualitasnya tidak 100%. Selain itu kandungan kesuburan sel sperma mengalami kemerosotan signifikan. 

Demikian pula kegesitan sel sperma mereka dalam berenang dan daya tahan hidup sel sperma dalam ph basah cairan yang ada pada lorong ovarium kaum perempuan.

Secara ilmiah tidak perlu lagi gelisah dan merana. Para suami diminta melakukan cofee morning secara rutin. Bahkan kalau bisa dalam sehari meminum kopi sampai empat gelas dengan volume rata-rata 100 ml tiap gelas. (sumber : inilah.com)

Keguguran Gara-Gara Sperma

KETIKA hamil, dokter umumnya meresepkan folat, untuk mencegah peluang pertumbuhan janin tidak normal serta mempersiapkan tubuh ibu menjelang lahiran. Hasil penelitian terbaru menyebutkan pria disarankan mengkonsumsi folat untuk menambah nutrisi sperma.

Pria berkadar folat rendah berisiko tinggi mempunyai sperma yang berkromosom tinggi atau justru sebaliknya. Menurut peneliti dari University of California, tipe defisiensi ini menyebabkan bayi cacat atau keguguran.

Folat adalah salah satu jenis vitamin B, umumnya ditemukan pada sayuran berdaun hijau, buah, dan kacang-kacangan. Sering ditemukan produk roti terutama di negara maju mencantumkan kandungan folat.

Dalam penelitiannya, Profesor Brenda Eskenazi dari Fakultas Kedokteran Berkeley University mengamati kelainan pada sperma, umumnya karena mempunyai kromosom terlalu sedikit atau berlebih.

Sperma normal memiliki 23 pasang kromosom. Jika sel telur normal dibuahi sperma abnormal dapat dipastikan janin tidak berkembang normal. Mungkin keguguran atau jika pun lahir biasanya cacat atau mengidap Down Syndrome.

Penelitian difokuskan pada kromosom X, Y dan nomor 21.

‘’Kami melihat ada kaitan antara asupan folat pada pria dan jumlah sperma abnormal,’’ tulis Eskenazi dalam jurnal Human Reproduction.

Penelitian dilakukan pada 89 pria sehat, diminta mengkonsumsi zinc, folat, vitamin C, vitamin E dan beta-carotene.

Peneliti menemukan, pria yang mendapat asupan fola tinggi memiliki sperma abnormal lebih rendah, atau 20% hingga 30% dibanding pada pria berfolat rendah.

Hingga saat ini, penelitian bayi cacat dan keguguran terfokus pada konsumsi pangan perempuan pada sekitar waktu pembuahan sel telur. Namun dengan temuan ini, pria dipertimbangkan untuk rutin mengkonsumsi folat jika ingin memiliki keturunan sehat.

Ini bukan penelitian pertama melihat kaitan diet dan kesehatan sperma. Tahun lalu jurnal mempublikasikan temuan bahwa perempuan yang mengkonsumsi daging sapi lebih dari tujuh kali tiap minggu cenderung melahirkan bayi laki-laki. (sumber : inilah.com)

Ejakulasi Teratur Perbaiki Kualitas Sperma


MEMILIKI anak tentunya idaman semua pasangan yang telah menikah. Seringkali pasangan menghadapi kesulitan mempunyai anak, yang salah satunya disebabkan oleh kualitas sperma para suami.

Penelitian Universitas Sydney di Australia menyebutkan bahwa pria dapat memperbaiki kualitas sperma mereka dengan ejakulasi yang teratur. Dalam beberapa hari melakukan ejakulasi secara teratur, terbukti bahwa kualitas sperma pun membaik.

Dalam studi terhadap 42 pria ini, peneliti mengambil contoh sperma yang tidak normal. Penelitian pun dibagi menjadi dua, pria yang melakukan ejakulasi masing-masing tujuh dan tiga hari berturut-turut.

Hasilnya, pria yang melakukan ejakulasi selama tujuh hari berturut-turut memiliki kualitas sperma lebih baik. 

‘’Jika seseorang melakukan ejakulasi secara rutin setiap hari, akan memulihkan kerusakan pada figur DNA,’’ kata dr Allan Pacey, sekretaris British Fertility Society.

Efek lainnya, ejakulasi rutin bisa mencegah pria terkena penyakit kanker prostat. Durasi stimulasi ejakulasi juga berpengaruh terhadap volume sperma. (sumber : inilah.com)

Akar Pasak Bumi Bisa Cegah Kerusakan Hati


SEBUAH riset yang dilakukan di Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan hasil bahwa akar tumbuhan pasak bumi (Eurycoma longifolia) berkhasiat melindungi hati dari kerusakan.

Penelitian yang dipublikasikan IPB di Bogor, Senin menyebutkan bahwa penelitian itu dilakukan Ruqiah Ganda Putri Panjaitan, mahasiswa S3 Program Studi Biologi Sekolah Pascasarjana IPB, yang sekaligus sebagai disertasi doktornya.

Dalam penelitian di bawah komisi pembimbing Prof Wasmen Manalu, dan Dr Ekowati Handharyani, dan Dr Chairul berjudul 'Pengujian Aktivitas Hepatoprotektor Akar Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jack)' disebutkan bahwa selama ini masyarakat secara turun-temurun mempercayai pasak bumi memiliki khasiat meningkatkan gairah seksual kaum pria.

Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan pasak bumi sebagai tonikum bagi ibu-ibu yang baru melahirkan, pengobatan pembengkakan kelenjar, demam, dan juga disentri.

‘’Hasil penelitian ilmiah menunjukkan pasak bumi berkhasiat dalam disfungsi seks, antimalaria, dan sitotoksik (peracunan sel). Sedangkan penelitian pengaruh pasak bumi melindungi hati dari kerusakan belum banyak dilakukan,’’ katanya.

Dalam penelitiannya promovendus menghabiskan sebanyak 12,5 kilogram akar pasak bumi kering. Akar pasak bumi kering ini, selanjutnya dihaluskan menjadi bubuk dan diekstraksi dengan larutan metanol 50%. Kemudian, dipartisi berulang-ulang dengan n-heksan, dipekatkan dengan vacuum rotavapor.

Hasil partisi ini masih melalui proses beberapa tahapan lagi, hingga diperoleh ekstrak yang diharapkan.

Ekstrak tumbuhan asli Indonesia ini lalu diujicobakan pada tikus jantan Sprague Dawley umur 2-3 bulan. Sebelumya, semua tikus percobaan diberi carbon tetraklorida dengan dosis 0,1; 1,0 dan 10,0 mililiter per kilogram.

Carbon tetraklorida ini bersifat meracuni hati. Carbon tetraklorida ini mengakibatkan nekrosis (kerusakan sel) tikus. Hewan percobaan dibagi tiga kelompok, tiap kelompok terdiri dari tiga ekor. 

Kelompok pertama, tikus yang diberi air suling. Kelompok kedua, tikus yang diberi Silybum marianum. Kelompok ketiga, tikus yang diberi ekstrak akar pasak bumi. Perlakuan tikus ini berlangsung selama tiga bulan.

Pada pemberian ekstrak akar pasak bumi dosis 500 miligram per kilogram berat badan tidak mengakibatkan perubahan kadar enzim hati, yakni enzim Aspartate Transaminase, enzim Alanin Aminotransferaz, dan Alkalenfosfataz, protein total, bilirubin total, direk dan indurek.

Gambaran ini menunjukkan secara keseluruhan sel-sel hati tidak mengalami perubahan. Dosis fraksi metanol air akar pasak bumi kemudian dinaikkan menjadi 1000 mililiter per kilogram berat badan.

Pada dosis ini ekstrak akar pasak bumi menunjukkan aktivitas hepatoprotektor. Hal ini ditandai kadar enzim Aspartate Transaminase dan Alanin Aminotransferaz masih dalam kisaran normal. Selain itu, gambaran histopatologi (jaringan yang terpapar penyakit)-nya sebanding dengan pemberian silymarin.

Tumbuhan sudah diketahui benar berperan sebagai hepatoprotektor adalah Silybum marianum (Milk Thistle). Oleh karenanya, dalam penelitian itu, sebagai pembanding dipakai Silybum marianum. 

Tumbuhan ini dilaporkan mampu melindungi hati dari berbagai jenis racun, parasetamol, alkohol, carbon tetraklorida, D-galaktosamin, radiasi, penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah, pengelupasan hati dan virus hepatitis.

Setelah pemaparan penelitian itu, Ruqiah Ganda Putri Panjaitan dinyatakan lulus sebagai doktor baru di lingkungan IPB. (sumber : antara)


Manfaat Semangka Seperti Viagra


KABAR gembira bagi Anda penggemar semangka. Buah ini tidak hanya membuat segar, tapi bisa membuat pria lebih 'sangar' di tempat tidur. Kenapa?

Hasil penelitian terbaru yang terbit dalam Medical News Today menyebutkan bahwa semangka mengandung zat yang sama khasiatnya dengan Viagra, yakni meningkatkan tekanan darah dan libido. 

Dr Bhimu Patil dari Texas A&M's Fruit and Vegetable Improvement Center mengungkapkan, zat yang bermanfaat dalam buah-buahan biasanya dikenal dengan phyto-nutrients yang bisa bereaksi dengan tubuh manusia untuk meningkatkan kesehatan. Dalam semangka terdapat lycopene beta carotene.

Yang paling menggembirakan, semangka juga mengandung citrulline yang baru saja diketahui bisa merilekskan tekanan pembuluh darah, serta meningkatkan nitric oxide seperti yang dilakukan Viagra dalam tubuh manusia.

Para peneliti mengatakan, begitu seseorang mengkonsumsi semangka, maka citrulline diubah menjadi arginine oleh sejumlah enzim. 

Arginine adalah asam amino yang bekerja pada jantung dan sistim sirkulasi, dan membentuk sistim imun yang bagus untuk tubuh.

Efek yang dihasilkan semangka sama dengan efek yang dihasilkan ketika seorang pria mengkonsumsi Viagra, yakni untuk mengatasi dan mencegah disfungsi ereksi.

Meskipun tidak memiliki bentuk yang sama dengan Viagra, tapi ini adalah obat yang sangat baik untuk merilekskan tekanan darah tanpa efek samping, alias aman bagi tubuh.

Tidak hanya berfungsi seperti Viagra, semangka juga bisa membantu sirkulasi air seni. Kandungan yang ada dalam semangka bisa mengeluarkan ammonia dan toxic berbahaya lainnya yang terdapat dalam tubuh.

Selain itu, hasil penelitian dari US Department of Agriculture's Agricultural Research Service in Lane, Oklahoma, menunjukkan bahwa semangka yang berwarna merah gelap, selain mengandung banyak air, juga mengandung antioksidan yang bisa melindungi jantung manusia, prostat, dan kesehatan kulit. (sumber : inilah.com)

Sering Masturbasi Hindari Kanker Prostat

MASTURBASI masih menjadi pilihan jika Anda single. Selain menyenangkan, masturbasi juga berdampak baik bagi kesehatan seksual.

Penelitian Cancer Council Victoria, Australia, menemukan bahwa lelaki yang berusia 20-50 tahun yang sering ejakulasi cenderung kurang menderita penyakit yang banyak mengancam jiwa setengah juta lelaki di dunia setiap tahunnya. 

Survei yang dilakukan pada 1.079 pasien kanker prostat dan 1.259 lelaki sehat menunjukkan, mereka yang sering masturbasi atau berhubungan seks paling tidak sekali setiap harinya pada usia 20-an terbukti sepertiganya tak mengalami gangguan.

‘’Tapi memang, untuk kaum lelaki di usia 50-an memang hal itu sulit dilakukan,’’ ujar Graham Giles yang memimpin penelitian itu pada Reuters.

Penelitian yang dilakukan pada 1994 dan 1998 memang masih dianalisa. Sayangnya penelitian tersebut tak difokuskan pada masturbasi. Namun bagian terbesar dari penelitian itu adalah meminta para partisipan untuk menceritakan kehidupan seksual mereka selain masturbasi, dan kemudian menganalisa jawaban mereka.

Giles menghubungkan penemuan itu dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa para pastor Katolik Roma sedikitnya 30% menderita kanker prostat, namun penelitian juga menyebutkan jika seringnya berganti-ganti pasangan juga menaikkan risiko tersebut.

Sebuah teori menyebutkan bahwa air mani (cairan semen) memiliki efek carcinogenic pada barisan sel di saluran prostat yang tak menimbulkan kemerahan di luar saluran saat ejakulasi. Riset ini diterbitkan oleh British Journal of Urology International. (sumber : inilah.com)

25 September 2008

Berat Badan vs Aktivitas Seks

ANDA sering cemas karena merasa terlalu kurus? Anda sering gelisah karena kelewat gemuk? Jangan lupa, kecemasan dan kegelisahan besar dampaknya pada aktivitas Anda di ranjang.

Cemas Akan Tubuh
Anda tentu ingin selalu kelihatan langsing, ingin selalu punya kulit mulus, ingin selalu tampil cantik. Tapi, perawatan adalah sebuah proses. Dengan perangkat yang paling modern pun, Anda tidak bisa menyulap kulit menjadi mulus dalam sekejap. Atau, mengubah kulit gelap manjadi putih dalam sesaat. Atau, menaikkan/menurunkan berat badan dengan menelan sebutir pil sakti.

Ketidakpuasan akan diri sendiri ini diteliti lebih jauh oleh Domeena. Temuannya, lebih dari sepuluh persen pasien Domeena yang minta terapi seks memiliki citra buruk mengenai tubuh mereka.

Sebagian merasa kegemukan, sebagian lagi merasa kekurusan. Akibatnya, mereka cepat merasa depresi dan kehilangan gairah seks. Kalaupun berhubungan seks, mereka mengaku sulit sekali mendapatkan orgasme. Selain itu, mereka mengeluh karena sering merasa nyeri pada saat bersetubuh.

Setia Pada Proses
Bagaimanapun, tiap wanita ingin tubuh yang ideal, langsing, putih mulus, tinggi, cantik dan sebagainya. Kenyataannya, tak semua wanita memenuhi kriteria. Lantas, bagi yang tak memenuhi kriteria, haruskah menyesali diri seumur hidup? Usaha untuk mencapai tubuh ideal tentu saja patut dilakukan, antara lain dengan mengatur pola makan dan gaya hidup.
Menurut Domeena, gemuk atau kurus tak menghalangi seseorang untuk melakukan aktivitas seksual. Jadi, selain upaya membentuk tubuh ideal, Anda yang merasa tak bertubuh ideal juga perlu melakukan upaya pengendalian diri agar bisa menikmati kehidupan seks. (sumber : www.f-buzz.com)

Wanita Kurus Lebih ‘HOT’ di Ranjang

TERNYATA kegemukan tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan tapi juga kehangatan di ranjang. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang-orang bertubuh kurus juga memiliki ‘kemampuan’ lebih besar dalam urusan ranjang.

Sebuah penelitian yang dilakukan di AS menemukan bahwa orang-orang yang mengalami obesitas, lalu menguruskan tubuh, akhirnya dapat menikmati kehidupan seksual yang lebih menyenangkan, selain juga membuat merasa lebih sehat. Laporan tentang penemuan ini diungkapkan di pertemuan rutin yang digelar Obesity Society, di Vancoouver, Kanada.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh direktur Diet and Fitness Center di Durham, Martin Binks, diduga orang-orang yang mengalami obesitas secara signifikan rata-rata tinggi mengalami kualitas hubungan seksual buruk.

Namun, ‘’hanya sedikit yang diketahui tentang pengaruh pengurangan berat badan dalam masalah ini,’’ ungkap peneliti tersebut.

Dalam studi yang mereka lalukan, Binks dan koleganya melakukan percobaan data kualitas seksual dari orang-orang yang menguruskan badannya. Percobaan tersebut dilakukan pada 161 wanita yang mengalami obesitas dan 26 pria yang juga mengalami obesitas.

Data tersebut dikumpulkan tiap tiga bulan selama dua tahun. Untuk mengukur kualitas seksual dalam kehidupan, para peneliti menggunakan berbagai pertanyaan standar yang berjudul ‘Pengaruh Kegemukan Pada Kualitas Dalam Kehidupan.’

Di antara faktor yang disebutkan dalam survey tersebut antara lain: perasaan seksual yang tak menarik, kurangnya gairah seksual, keengganan terlihat dalam keadaan tanpa busana, kesulitan melakukan kegiatan seksual, menghindari rangsangan seksual, dan kurang menikmati aktivitas seksual.

Secara garis besar, orang-orang dalam studi ini kehilangan 13% berat badan mereka selama dua tahun, ungkap Binks.

‘’Pada awal percobaan, baik pria maupun wanita yang berpartisipasi mengindikasikan kalau mereka mengalami kesulitan yang signifikan dalam segala wilayah terkait kualitas seksual dalam kehidupan,’’ ujar peneliti ini.

Para wanita, lebih banyak mengalami kesulitan dari pada kaum pria.

‘’Bagi para wanita, tak ingin dilihat dalam keadaan tanpa busana dan tak dapat menikmati aktivitas seksual merupakan sebuah masalah yang menggangu,’’ ujar Binks.

Akan tetapi, kehidupan seksual, baik bagi pria maupun wanita jauh lebih baik saat mereka kehilangan beberapa kilo dari berat mereka.

‘’Perbaikan kualitas kehidupan seksual terhubung langsung dengan kehilangan berat badan, dan sepertinya mereka mencapai tingkat maksimal saat mampu mengurangi berat badan sebesar 12%,’’ ungkap Binks.

67% dari wanita mengatakan, kalau mereka merasakan tak menarik secara seksual di awal studi.

‘’Lazimnya turun hingga 26,4% dalam setahun dan tetap stabil,’’ ujar Binks.

‘’Sedang yang tak diinginkan terlihat tanpa busana turun dari 62,7% hingga 34,3%,’’ tambahnya.

Dan ada pengurangan serupa di area lainnya.

Sementara itu, ada perbaikan serupa pada kaum pria, ada beberapa pria dalam studi ini yang dapat membuat definisi kesimpulan yang sama. Bagi para pria, tidak menginginkan terlihat tanpa busana dan tak dapat menikmati hubungan seksual merupakan dua masalah penting, seperti halnya para wanita.

‘’10% kekurangan berat badan yang signifikan memperbaiki hampir sebagian besar masalah kesehatan. Nampaknya kualitas kehidupan seksual makin membaik seperti segala masalah terkait berat badan yang juga jadi lebih baik,’’ ujar Binks. (sumber : suara karya)

19 September 2008

Hati-hati, Gaya Wanita Juga Sebabkan Impotensi

IMPOTENSI termasuk salah satu penyakit yang menakutkan pria dan tidak disukai wanita. Ahli psikologi asal Rusia Leonid Kitaev Smyk mengungkapkan wanita juga penyokong terjadinya impotensi pada pria. 

Gaya berpakaian dan penampilan seksi perempuan, berdasarkan hasil penelitian Leonid berbanding lurus dengan tingkat impotensi pria. Pada negara-negara yang para perempuannya bebas mengenakan rok mini dan mengumbar aurat, jumlah penderita impotensi lebih tinggi dibanding negara-negara yang melarang perempuan mengumbar betisnya. 

Itu lanjutnya merupakan hasil penelitian para periset di Amerika Serikat selama 30 tahun. Hasil lainnya 80% pria berumur di atas 60 tahun tewas akibat kanker prostat bersamaan dengan penyakit lainnya. 

Leonid juga menyebut, satu dari tiga pria berumur di atas 30 tahun yang bermukim di Amerika Serikat dan Eropa memiliki potensi terserang gangguan kelenjar prostat. Kondisi ini sangat berbeda dengan masyarakat muslim di Asia timur. Jumlah pria yang menderita kanker prostat di wilayah ini memiliki tingkat yang sangat rendah. 

"Ini terjadi semenjak dimulainya revolusi seksual pada wanita di dunia berkembang melalui gaya berpakaian mereka,'' ungkap Leonid Kitaev Smyk, peneliti senior dari Russian Research Institute of Culturology of The Russian Academy. 

Ketika di jalan, pria tidak dapat memuaskan apa yang ia lihat. Sementara ia dengan mudah menyaksikan aurat wanita yang terbuka, berpakaian mini dengan dada yang transparan.

Gaya berpakaian para wanita modern itu membangkitkan birahi yang tinggi. Akibatnya, banyak pria mengalami gejolak birahi namun sedikit yang bisa tersalurkan. 

Tanpa disadari, wanita seringkali memberikan pukulan telak pada kesehatan reproduksi pria lewat betis, paha dan bagian tubuh sekitar dadanya. Atau karena gaya berpakaiannya.

Ketika wanita menghadiri pesta mengenakan pakaian yang sangat sexy, hanya membuat satu pria yang akan terpuaskan. Dan mengakibatkan puluhan pria lainnya menanggung libido yang tak terpuaskan dan tersalurkan. (sumber : kapanlagi.com)

Pura-pura Orgasme Pada Wanita Dapat Dibuktikan

PEMINDAIAN sederhana pada otak dapat menunjukkan seseorang wanita sedang berpura-pura orgasme atau tidak, menurut sebuah penelitian. Peneliti menemukan bahwa pada wanita yang berpura-pura, sebagian dari otaknya secara sadar akan menyalakan tandanya, sedangkan pada yang benar-benar orgasme akan menyala tanpa sadar.

Pemindaian dari University Groningen ini juga menunjukkan perbedaan penting antara orgasme pada pria dan wanita. Pada wanita, menghilangkan ketakutan dan kegelisahan adalah kunci utamanya, sedangkan pria selalu ingin tahu akankah mereka akan tersimulasi secara fisik.

Profesor Gert Holstege dan rekan-rekannya menanyai 13 pasangan heteroseksual yang berumur antara 19-49 dalam penelitian ini.

Separuh dari mereka diminta untuk berbaring, di mana pada kepala mereka dipasangi alat scan, sedangkan pasangan mereka akan menstimulasi secara manual agar yang dites bisa mencapai orgasme. 

Untuk menciptakan suasana yang sesuai, lampu ruangan diredupkan dan ruangan dijaga tetap tenang. Para pasangan nantinya akan bertukar peran dan penelitian akan diulangi.

Kaki dingin

Satu hal lagi yang ditemukan yaitu pada saat meminta pasangan tidak melakukan tugasnya, kaki mereka semua kebanyakan berubah menjadi dingin. Namun ketika diberi kaos kaki untuk mereka pakai, 80% dari pasangan berhasil mencapai orgasme dibandingkan dengan hanya 50% ketika dibiarkan tidak memakai kaos kaki.

Para wanita juga diminta untuk berpura-pura orgasme sehingga hasil scan bisa dibandingkan dengan hasil ketika benar-benar orgasme. Ditemukan beberapa perbedaan yang sangat jelas terlihat.

Profesor Holstege mengatakan wanita dapat melakukan pura-pura orgasme dengan sangat baik.  Pada yang benar-benar orgasme, ditemukan kalau terjadi penonaktifan sebagian besar daerah otak secara ekstrim dan terutama jika bagian emosional terhubung dengan rasa takut.

"Jika Anda melihat pada wanita yang berpura-pura orgasme, Anda akan melihat lapisan luar motorik (bagian otak yang mengontrol aktivitas yang dilakukan secara sadar) akan aktif. Ini berarti aktivitas yang kita lakukan pada orgasme yang sebenarnya, hal itu dilakukan secara tidak sadar. Dan ketika ada rasa takut, sangatlah sulit untuk melakukan hubungan seksual. Sangat sulit untuk melepaskannya begitu saja,'' ujarnya.

Dia mengatakan ini sangat berguna untuk diketahui para pria.

"Ketika Anda ingin berhubungan dengan seorang wanita, Anda harus memberikan perasaan melindungi bagi mereka,'' sarannya.

Sebagai perbandingan, hasil scan pada pria, rasa tahu kalau mereka akan tersimulasi secara fisik itu sangat penting karena bagian otak yang terlibat dalam menerjemahkan sentuhan terlihat sangat aktif dalam penelitian.

Jadi bagaimana? Sudah siap beli alat scan untuk tahu pasangan Anda sedang berpura-pura orgasme? Dan ide pakai kaus kaki saat berhubungan, patut dicoba juga itu! (sumber : bbc)

Coklat Juga Setangguh Viagra

UNTUK bisa tahan lama, mayoritas kaum adam mempercayakan pada makanan suplemen. Bisa berupa obat kuat atau mengkonsumsi makanan yang dipercaya mampu meningkatkan libido dan berdaya tahan lama.

Pernahkah Anda membayangkan bila makanan kesukaan wanita, coklat juga memiliki kemampuan setara viagra? Tampaknya kaum pria perlu juga lebih sering mengkonsumsi makanan yang seringkali sebagai hadiah bagi wanita yang disayangi itu.

Dr Dora Akunyili, direktur Federal Agency Food and Medicine, menganjurkan para pria lebih sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungan pada viagra. Dan, memulai mengkonsumsi coklat. Zat yang dikandung Coklat membantu menaikkan libido.

Secara ekonomi mengkonsumsi coklat untuk meningkatkan kemampuan seks lebih menghemat isi kantong daripada viagra. Warga Inggris, tampaknya telah mengetahui sejak lama bila coklat memiliki efek ampuh bagi pria saat bercinta. Di Inggris adalah coklat merupakan makanan wajib. 

Akunyili mengungkapkan coklat adalah produk 'cinta' yang lebih baik dibanding viagra. Viagra bisa menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Tapi coklat belum terbukti memiliki efek samping yang merugikan tubuh. Coklat merupakan antioksidan yang paling baik, dalam membantu mengurangi resiko serangan jantung, darah tinggi, diabetes.

"Yang pasti mampu menaikkan libido," katanya.

Coklat juga bagian dari obat penyembuh kanker payudara, batuk kronis dan meningkatkan kinerja otak. Mengapa coklat bisa seefektif viagra?

Dalam laporannya Akunyili - seperti dikutip foodnavigator.com - dijelaskan coklat mengandung 300 zat kimia. Kafein dalam jumlah kecil, teobromin, dan sebuah stimulan yang disebut phenylethylamine (yang terkait dengan amphetamines) juga terkandung pada coklat. Zat terakhir adalah kimia alam yang terbukti mampu menaikkan minat dan fungsi seksual. (sumber : kapanlagi.com)

Zat Asam buat Orang Hamil

PEREMPUAN hamil biasanya butuh banyak vitamin agar kesehatan diri dan janinnya terjaga. Di antara berbagai jenis vitamin, para ahli kebidanan Amerika Serikat menyarankan mengkonsumsi vitamin B. Zat ini bisa didapat dengan memakan buah-buahan maupun meminum kapsul atau pil vitamin. 

Khasiatnya amat ampuh. Zat asam yang terdapat dalam vitamin B diyakini mampu meredam risiko kerusakan saraf. Ini bisa terjadi pada ibu yang baru melahirkan karena vitamin dalam tubuhnya diserap oleh si bayi. Gejalanya antara lain sering pusing dan suka marah-marah. 

Itulah kesimpulan yang dirilis baru-baru ini oleh Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat Amerika setelah melakukan berbagai percobaan. Terbukti, pada orang yang mengkonsumsi 400 mikrogram zat asam dari vitamin B setiap hari, terjadi peningkatan daya tahan tubuh.

Zat asam juga mampu mencegah risiko kerusakan saraf sebesar 70 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsi selama masa kehamilan. 

Wanita yang belum berniat hamil pun dianjurkan mengkonsumsi zat asam setiap hari. Tujuannya agar risiko kerusakan saraf dapat dicegah sedini mungkin. Zat ini bisa dicampur bersama makanan lain seperti roti, pasta, nasi, dan sereal. (Tempo mbm)

15 September 2008

Adegan-Adegan Seks 'Terpanas' Dalam Film

SEBUAH jasa penyewaan DVD Eropa, Lovefilm, mengadakan survei atas 120 ribu pelanggannya untuk merangking adegan seks 'terpanas' dalam film. Absennya 9 1/2 WEEKS dalam daftar tersebut menunjukkan selera yang tinggi masyarakat pecinta film Eropa untuk sebuah adegan seks. Padahal, film tersebut masuk dalam daftar 10 besar adegan panas terbaik di AS. 

Berikut adalah daftar 10 besar film-film dengan adegan seks terbaik versi Lovefilm: 


1. SECRETARY
Adegan seks antara Lee (diperankan Maggie Gyllenhaal) dan pimpinannya, Edward (diperankan James Spader) disuguhkan di tengah kompleksitas sebuah hubungan dan sekaligus memberikan gambaran nyata dari sebuah hubungan seks yang timbul dari kekuatan hasrat yang dimiliki keduanya. Film ini memberikan penekanan pada kealamian perasaan cinta yang tumbuh dalam sebuah hubungan. 

2. BROKEBACK MOUNTAIN
Fobia masyarakat atas fenomena 'homoseksual' tergambar jelas tergambar dalam cercaan dan kritikan yang ditujukan pada adegan seks dalam film tersebut, lebih dari adegan seks dalam film manapun. Namun titik berat penghargaan yang diberikan pada film ini adalah pada kehebatan penulis, pembuat film dan para pemainnya yang bisa menempatkan penonton di posisi Jack dan Ennis, dua tokoh film tersebut, sebagai pasangan yang berjuang keras untuk memadukan perasaan cinta yang mereka alami. 

3. OUT OF SIGHT
OUT OF SIGHT ingin menampilkan permainan seks yang 'lembut' dan peningkatan gairah secara perlahan, daripada sebuah adegan seks yang 'tembak langsung'. Adegan percintaan antara Jack (George Clooney) dan Karen (Jennifer Lopez) di atas kap mesin mobil bisa jadi lebih 'menggetarkan' daripada adegan seks di atas ranjang dengan berbagai gaya.

4. BETTY BLUE
Jangan kira masyarakat Eropa hanya menyukai adegan seks 'lembut' saja. Ini salah satu contohnya. Film BETTY BLUE yang dari awal sudah dipenuhi adegan seks liar antara Betty (Beatrice Dalle) dan Zorg (Gean-Hughes Anglade) ternyata juga masuk dalam daftar ini. Di sini jelas bahwa seks memang punya dua sisi, merusak dan membangun.

5. CRUEL INTENTIONS
Adegan ciuman yang manipulatif antara Selma Blair dan Sarah Michelle Gellar dalam remake versi remaja dari DANGEROUS LIASONS ini bisa jadi faktor yang bisa menurunkan hasrat seksual dalam sebuah adegan seks. Tapi hal itu memberikan gambaran bagus tentang dua aspek dalam hubungan seksual yang pernah kita alami, pengalaman pertama bermain seks dan fakta bahwa tak semua ciuman menggambarkan rasa cinta. 

6. WILD THINGS
Garis pemisah antara adegan seks dan pornografi seringkali menjadi kabur. Adegan seks yang ditampilkan oleh Neve Campbell dan Denise Richards dalam film ini menunjukkan bahwa kadang para penikmat film layar lebar menginginkan sedikit sentuhan 'porno' dalam film-film yang mereka tonton. 

7. REAR WINDOWS
Film klasik ini bisa jadi contoh salah satu adegan seks terbaik sepanjang jaman. Adegan ciuman antara Grace Kelly dan James Stewart mampu menampilkan lebih dari sekedar hasrat manusia namun memiliki keindahan yang tak akan mudah dilupakan. Jelas peran sang sutradara dalam mengarahkan adegan ini juga menjadi salah satu penyebab 'suksesnya' adegan ini.

8. THE FABULOUS BAKER BOYS
Adegan seks antara Michelle Pfeiffer dan Jeff Bridges dalam film ini memang layak diacungi jempol. Coba bayangkan saja bagaimana Michelle bisa terlihat begitu menikmati adegan seks diatas piano itu sementara kita tahu bahwa saat itu banyak crew film yang berada di lokasi tersebut. Kamera yang dibawa berputar mengelilingi piano pun seolah menambah dramatis adegan 'merintih-rintih' ini.

9. MULHOLLAND DRIVE
Yang paling menarik dari hubungan seks mungkin adalah apa yang berada 'di dalam' dan bukannya sekedar sentuhan fisik yang terlihat. Dan untuk urusan ini, sutradara David Lynch adalah pakarnya. Adegan seks antara Naomi Watts dan Laura Harring menunjukkan bagaimana adegan seks berawal dari dalam diri manusia hingga terwujud menjadi sentuhan fisik yang nampak oleh mata.

10. THE HUNGER
Perilaku seksual mengandung sekaligus unsur membangun dan juga menghancurkan. Kaum vampir yang mempertahankan hidup mereka dengan mengorbankan kehidupan makhluk lain atau sesamanya menjadi sebuah metafor yang kuat pada dua hal yang saling bertolak belakang tersebut. David Bowie dan Catherine Deneuve mampu menampilkan secara apik kombinasi antara keduanya. 

Penasaran? Lihat saja filmnya dan buktikan apakah selera seks Anda lebih bagus ketimbang orang-orang Eropa. (sumber : kapanlagi.com)


Seks Singkat Ternyata Jauh Lebih Menarik!

JIKA anda mengalami apa yang dinamakan ejakulasi prematur, jangan sedih lagi. Beberapa penelitian di dunia menunjukkan bahwa tidak selamanya seks yang menyenangkan bertahan lebih dari 10 menit.

Menurut salah satu hasil penelitian di Journal of Sexual Medicine, dikatakan bahwa seks terbaik malah hanya bertahan antara 7 sampai 13 menit.

Laporan tersebut, yang dilakukan dengan cara random sampling terhadap penduduk Amerika dan Kanada, juga menemukan bahwa banyak orang menganggap seks antara 3 sampai 7 menit sudah cukup, sedangkan banyak yang beranggapan bahwa seks yang berlangsung lebih lama dari 13 menit sudah terlalu lama.

Penelitian lain menunjukkan bahwa walaupun banyak orang di Amerika berharap bahwa hubungan seks mereka dapat bertahan antara 15 sampai 20 menit, pada umumnya kegiatan seks mereka berakhir pada setengah dari waktu yang mereka targetkan.

Menariknya, di Australia, terapis seks Jane Howard menemukan bahwa pada umumnya wanita lebih bahagia dengan 'gerak cepat', padahal para pria tidak sama sekali.

"Perbedaan ini sangat besar di Australia," kata Dr. Howard, "Biasanya wanita lebih bahagia dengan hubungan badan yang singkat, dan tidak ingin memperpanjangnya sama sekali, tapi hampir setiap pria ingin mengalaminya dalam waktu yang sangat sangat lama." (sumber : kapanlagi.com)

Sunat Bikin Penis Tak Sensitif?

BEBERAPA orang beranggapan bahwa khitan atau sunat mengubah sensitivitas penis secara fisik. Menurut arti katanya, sunat adalah tindakan memotong kulit penis bagian ujung, yang merupakan bagian dari tubuh yang menampung banyak sekali ujung-ujung syaraf. Sunat juga mempengaruhi struktur dari penis dan erat kaitannya dengan sensasi pada penis. 

Dalam sebuah studi di tahun 2007 yang didanai oleh sebuah organisasi yang menentang tindakan peng-khitan-an, dan dipublikasikan dalam jurnal BJU International, ditemukan sebuah perbedaan dalam sensitivitas terhadap sentuhan antara kaum lelaki yang di-khitan dan yang tidak di-khitan. Perbedaan itu adalah bahwa para lelaki yang di-khitan memiliki sensitivitas yang lebih rendah terhadap sentuhan hampir di seluruh bagian penis. 

Studi tersebut juga membandingkan sensitivitas di berbagai titik pada penis dan menghasilkan kesimpulan bahwa bagian yang paling sensitif pada penis yang tak disunat ternyata lebih sensitif daripada bagian-bagian yang paling sensitif pada penis yang disunat. 

Para peneliti berpendapat bahwa bagian-bagian dari penis yang dihilangkan saat disunat mengandung bagian-bagian yang paling sensitif dari penis. Studi ini memang tak bisa dianggap sebagai sebuah kesimpulan yang 'paten', tapi paling tidak bisa menjadi sebuah informasi bagi kita saat memikirkan tentang hubungan antara sensitivitas seksual dan sunat. 

Namun apakah sensitivitas secara fisik adalah segala-galanya dalam sebuah hubungan seksual, ataupun menjadi subyek utama dalam sebuah pengalaman sensasi seksual? Ada juga hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam pengalaman seksual yang sesungguhnya bagi para pria yang disunat dan yang tak disunat. 

Jika banyaknya ujung-ujung syaraf dalam penis adalah salah satu cara untuk mengukur sensitifitas seksual, tapi bagaimana pendapat para lelaki saat ditanya dengan pengaruh sunat dalam kehidupan seksual mereka? Dengan kata lain, jika terjadi penurunan sensitivitas, apakah mereka bisa benar-benar membedakan 'rasa'-nya? 

Bagi para lelaki yang disunat sejak bayi, mereka tentunya tak bisa merasakan perbandingannya, sehingga tak punya jawaban bagi pertanyaan di atas. Ada beberapa studi yang obyeknya adalah kaum lelaki yang disunat saat mereka dewasa. Dan hasil dari kedua penelitian tersebut adalah bahwa memang terjadi penurunan sensitivitas, tapi penurunan tersebut sangat kecil. 

Hasil penelitian terbaru yang dipublikasikan oleh BJU International pada bulan Januari 2008 lalu menunjukkan bahwa sunat tak mempengaruhi kepuasan seksual ataupun mengakibatkan rasa sakit selama dan sesudah hubungan intim. 

Pada penelitian yang dilakukan pada kalangan pria yang disunat saat berusia dewasa, sebanyak 18% mengaku terjadi penurunan sensitivitas penis. Namun pada penelitian yang lain lagi, kaum lelaki yang merasakan penurunan sensitivitas penis tersebut mengaku tak mengalami penurunan kepuasan seksual. 

Maka, yang perlu digarisbawahi adalah bahwa bisa jadi sunat mempengaruhi sensitivitas secara fisik dari penis, namun hal itu tak lantas mempengaruhi kepuasan seksual secara keseluruhan.

Dalam prakteknya, para lelaki yang telah disunat masih memiliki 'kepala' penis yang merupakan bagian yang paling sensitif dari tubuh. Jadi paling tidak masih ada 'sensor' lain yang bisa diandalkan sebagai penerima rangsangan bukan? (sumber : kapanlagi.com)