11 Oktober 2008

Ramuan Alami Atasi Ejakulasi Dini


EJAKULASI dini merupakan salah satu masalah seksual yang harus segera diatasi. Ramuan alami di bawah ini bisa Anda coba untuk mengatasinya, siapa tahu tokcer. 

* Siapkan laos, jahe, ditumbuk, tambahkan 7 kuning telur ayam kampung, 1 sendok kecap manis, 1 sendok madu hitam, 1 buah jeruk nipis, garam beryodium. 

* Peras hingga keluar airnya. Minum air ramuan tersebut, sedangkan ampasnya bisa dioleskan pada Mr P setiap akan berhubungan intim. Tetapi yang harus diingat, jangan terkena kepala Mr P kamu.

  Selamat mencoba ...
  (sumber : www.rileks.com)


05 Oktober 2008

Siklus Haid Tidak Lancar

Saya berusia 21 tahun, sudah menikah satu tahun tapi masih menunda punya anak. Siklus haid saya tidak lancar, biasanya paling cepat dua bulan sekali dan paling lama 8 bulan sekali. Apakah itu bukan kelainan, Dok? Apakah bisa diobati? Sebagai tambahan informasi, kondisi seperti ini saya alami sejak masih gadis. Dan, saya agak tomboy.

Sisy

Jawaban

Siklus haid yang tidak teratur bisa jadi salah satu penanda kurang suburnya seseorang, tapi bukan berarti dia tidak subur dan tidak bisa mendapatkan keturunan. Tidak teraturnya siklus haid menunjukkan bahwa kondisi hormonal kita tidak stabil, dan ini perlu diterapi sesegera mungkin supaya ketika kita sudah menginginkan keturunan, bisa kita dapatkan dengan segera.

Salah satu tanda-tanda kehamilan adalah tidak mendapatkan haid. Tapi kalau sudah 8 bulan tidak haid, orang tidak bisa mengatakan Bu Sisy hamil atau tidak karena memang dari awal kondisinya seperti itu.

Anjuran saya, sebaiknya Bu Sisy sesegera mungkin datang ke dokter kandungan, periksakan diri supaya siklus haidnya distabilkan meskipun masih menunda kehamilan. Ada bagusnya kalau Bu Sisy menstabilkan hormonalnya dan menggunakan alat KB yang non-hormonal supaya tidak terganggu lagi, dan dokter juga bisa mengevaluasi dengan baik apakah Bu Sisy tidak haid karena kondisi hormonal tubuh atau karena pengaruh obat KB. Karena, ada orang yang mengkonsumsi obat KB tidak haid, dan ada juga yang haidnya hanya sekedar bercak saja. Mereka yang menggunakan KB suntik mayoritas tidak mendapatkan haid, kalaupun ada hanya sekedar bercak saja.

Kalau ditanyakan apakah bisa diobati atau tidak, kita harus tetap berupaya supaya bisa kembali subur. Selama ini bukan hanya Bu Sisy yang mengalami keluhan-keluhan seperti ini: siklus haid yang tidak lancar, terlambat datang haid pertama. Ada yang sampai 16 tahun baru muncul haid pertama, itu masih wajar.

Mengenai kondisi Bu Sisy yang agak tomboy, bisa jadi karena kadar hormon androgennya lebih tinggi, tapi bukan berarti wanita yang kadar hormon androgennya lebih tinggi tidak bisa mendapatkan keturunan. Tetap bisa punya anak. Beberapa karakter fisik yang pada pria seperti tumbuhnya bulu-bulu halus di kumis, tangan, dan sebagainya, tidak mempengaruhi kesuburannya menjadi terganggu.

Mr Happy Selalu Bangun

Saya berusia 50 tahun dan menghadapi masalah yang cukup mengganggu. Kalau sedang tidur, baik siang maupun malam, Mr Happy saya selalu bangun. Hal ini sudah berlangsung 20 tahun. Kenapa bisa begitu ya, Dok? Sebagai tambahan informasi, saya melakukan hubungan seksual 3-4 kali seminggu. Pertanyaan kedua, kalau Mr Happy tegang, apakah berat badan juga naik?

Haris

Jawaban

Pak Haris mestinya sangat bersyukur. Kenapa? Karena pada sebagian besar laki-laki, apalagi berusia 50 tahun ke atas, kualitas tegang/ereksi Mr Happy-nya biasanya terganggu. Pak Haris justru bagus kualitasnya, kenapa mesti dikeluhkan?

Kalaupun dikatakan mengganggu tidur, mungkin karena Pak Haris sudah terlalu banyak tidur, sehingga dibangunkan oleh Mr Happy. Tidak perlu dikeluhkan seringnya berdiri Mr Happy, karena itu menandakan Mr Happy-nya Pak Haris masih normal.

Secara logika, Mr Happy yang tegang atau ereksi tidak menambah berat badan. Karena Mr Happy bisa tegang, bisa berdiri, bisa keras, karena darah masuk ke dalam Mr Happy. Jadi, darahnya cuma berpindah tempat, yang tadinya beredar di tempat lain, tapi karena ada rangsangan, kemudian singgah ke Mr Happy. Itu yang membuat Mr Happy keras, tegang.

26 September 2008

Suami Usia 40, Istri Rawan Keguguran

PASANGAN yang sedang berusaha mendapatkan keturunan akan lebih sulit apabila calon bapak berusia di atas 40 tahun. Selama ini usia calon ibu memegang porsi terbesar dalam keberhasilan dan kegagalan mendapatkan keturunan.

Temuan ilmuwan Perancis seperti yang disampaikan pada Konferensi European Society of Human Reproduction and Embryology baru-baru ini menyebutkan bahwa pengaruh usia calon bapak terbukti lebih kuat dibanding perkiraan semula.

‘’Untuk pertama kali data menunjukkan bahwa faktor paternal dalam inseminasi buatan mempunyai efek kuat termasuk tinggat keguguran janin,’’ kata Dr Stephanie Belloc yang memimpin riset dari Eylau Centre for Assisted Reproduction.

Secara keseluruhan kegagalan pembuahan dari segi paternal karena penurunan jumlah sperma dan kualitasnya. Namun sekarang tanpa terlalu detail, usia pria melewati 40 tahun memberi pengaruh besar terhadap kesuburan.

Kesimpulan ini berdasarkan 21.000 sampel yang melakukan program bayi tabung. Sebelum membuahi, sperma melewati prosedur standar yakni 'dicuci' dalam senfrifuse untuk memisahkan sperma dari cairan seminal. 

Sperma yang telah membuahi sel telur, kemudian disuntikkan langsung ke uterus.

Selain meneliti kualitas, tim periset juga 'mengikuti' perjalanan sperma hingga kehamilan, keguguran, dan kelahiran bayi. Peneliti menemukan fakta bahwa pengaruh patenal terhadap keguguran lebih besar pada saat usia calon bapak di atas 40.

Sementara itu, seperti yang telah menjadi pengetahuan bersama bahwa perempuan yang berusia menjelang akhir masa subur lebih sulit hamil dan peluang keguguran lebih besar dibanding perempuan muda. 

Risiko keguguran lebih tinggi sekitar 35% bila calon bapak berusia di atas 40. Sementara benih dari calon bapak yang berusia di bawah usia 30, risiko keguguran sekitar 10-15%.

Dari segi DNA, hubungan antara usia calon bapak dengan peluang kehamilan dan keguguran disebabkan oleh kerusakan pada sperma yang menyebabkan muncul fragmen. 

Bila sebelumnya ahli kandungan memusatkan perhatian pada perempuan, yang jika ingin memiliki anak sebaiknya hamil sebelum usia 35-38 tahun sebab setelah itu akan sulit, kini fokus yang sama juga diberikan kepada calon bapak. (sumber : inilah.com)


Perempuan Lebih Mudah Orgasme dalam Mimpi


MIMPI basah sepertinya dipatenkan milik para pria, meski sebenarnya bunga tidur erotis dialami juga oleh perempuan. Sekitar delapan persen dari mimpi berkaitan dengan aktifitas seksual dinikmati pria dan perempuan.

Persentase mimpi erotis pada perempuan saat ini lebih besar dibanding 40 tahun lalu. Angka ini, seperti dikutip dari ringkasan penelitian Dr Antonio Zadra dari University of Montreal, bisa jadi karena perempuan sekarang lebih terbuka membicarakan masalah seks dibanding beberapa dekade lalu. Jadi bukan semata-mata perempuan zaman sekarang lebih doyan seks.

Hasil penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan Associated Professional Sleep Societies (APSS) menyebutkan hubungan seks mendominasi mimpi erotis pada pria dan perempuan. Diikuti dengan bermesraan, berciuman, fantasi, dan masturbasi.

Hasil survei Dr Zadra pada lebih dari 3.500 relawan itu melaporkan sekitar 4% dari mimpi itu mencapai orgasme. Menariknya, jumlah persentase yang sama juga dinikmati perempuan, meskipun mimpinya tidak melulu hubungan seks. Artinya, perempuan lebih sering orgasme dalam mimpi dibanding pria.

Sekitar 20% dari mimpi seks pada perempuan dilakukan dengan pasangan saat ini dan sebelumnya, sedangkan pria hanya 14%. Sementara itu, pasangan seks pria dalam mimpinya lebih beragam, persentasinya mencapai dua kali lipat. Dengan kata lain, dalam mimpi sekalipun, para pria memang tidak pernah bisa setia.

Pengamatan terhadap perbedaan jender ini, seperti dikatakan Dr Zadra, menunjukkan kebutuhan, pengalaman, nafsu, perilaku, dan pandangan yang bersangkutan terhadap seks. Lebih jauh disebutkan, pengamatan terhadap mimpi seks sehari-hari dapat dijadikan standar menyangkut jalan pikiran dan fokus hidup orang tersebut. (sumber : inilah.com)


40% Perempuan Orgasme Saat Menyusui


MEMILIKI pengalaman orgasme yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan hubungan seks (ML), membantu kita mamahami begitu kompleksnya respon seksual. Dari segi klinis, orgasme tak terduga digambarkan sebagai respon seks langka. Sering terjadi pada terapi untuk orang-orang depresi.

Selain itu ada dua jenis orgasme yang terjadi saat tidur. Paling populer adalah mimpi basah. Respon ini terjadi pada lelaki dan perempuan tanpa rangsangan fisik, melainkan dari rangsang otak kemudian mengalir ke badan, dan hasilnya adalah orgasme.

Orgasme lain saat tidur dinamakan sexsomnia atau seks tidur (sleep sex). Ini agak jarang terjadi. Yang bersangkutan biasanya melakukan masturbasi, oral seks atau ML biasa, yang berujung pada orgasme. Namun semua itu dilakukan saat tidur.

Orgasme tak terduga lainnya adalah akibat cedera urat syaraf. Pada pertengahan 1990-an, penelitian laboratorium menemukan fakta bahwa orang yang memiliki masalah dengan urat syaraf mampu merasakan orgasme yang sebenarnya. 

Studi lain bahkan menyebutkan sekitar 52 perempuan cedera urat syaraf mampu orgasme. Dari segi ilmu syaraf, hasil riset ini menemukan pola hubungan antara rahim dengan otak.

Ibu yang menyusui tidak hanya baik bagi bayi, namun juga sesekali merasakan orgasme tak terkira. Dari sebuah survei menyebutkan sekitar 40,5% ibu menyusui pernah orgasme saat bayi menyedot susu, dan 16,7% lainnya merasa terangsang. 

Banyak perempuan malu mengakui fakta ini, namun sebenarnya ini berhubungan dengan hormon oxytocin, yang menstimulus keluarnya ASI, dan pada saat yang lain membantu kontraksi uterus baik saat melahirkan atau orgasme dari ML (sumber : inilah.com

Lelaki Juga Menopause

BENARKAH lelaki mengalami 'menopause'? Ya. Ternyata lelaki yang memasuki usia 40-an juga mengalami kemunduran level hormon testosterone yang dikenal dengan andropause.

Terapis seks dari New York Times, Ian Kerner, mengatakan, andropause ini sudah dialami sekitar lima juta pria di Amerika Serikat.

Kemunduran hormonal yang dialami pria tidak sama seperti yang dialami perempuan. Pada pria, andropause datang lebih perlahan dengan sejumlah tanda. 

Hormone testosteron yang mulai pucat dan berkurang menyebabkan seorang pria menjadi lebih moody, cepat marah, dan tertekan. Tapi tidak semua pria yang mengalami penuaan dan penurunan hormone testosterone dikualifikasi mengalami andropause.

Lebih tepatnya andropause adalah sebuah kondisi kesehatan yang didiagnosa dengan tes darah yang menunjukkan level testosteron di bawah normal. Sayangnya hingga kini para ahli masih melanjutkan penelitian mengenai hormone yang bisa menggantikan testosterone, bukan bagaimana cara mengembalikan level testosteron.

Gejala terbesar yang ditunjukkan ketika seorang pria mengalami masa ini adalah dengan menurunnya libido. Testosterone sesungguhnya adalah hormon yang meningkatkan dan menyalakan gairah bagi seorang pria. 

Banyak pria kebingungan antara andropause dengan disfungsi ereksi, karena biasanya terjadi pada saat bersamaan dengan gejala sama. Sehingga pada akhirnya banyak pria mencari solusi dengan obat-obatan untuk disfungsi ereksi, seperti viagra untuk memperbaiki kemampuan ereksi.

Viagra memang terkadang bisa membantu untuk sekali penggunaan. Tapi seiring bertambahnya umur seorang pria, viagra tidak lagi bisa meningkatkan gairah untuk berhubungan seks, karena viagra tidak meningkatkan testosterone.

Yang terpenting adalah menerima proses 'menopause' pada pria dan membicarakannya dengan pasangan. Jangan lupa untuk memeriksakan tingkat hormon testosterone pada ahli endoerinoogist. 

Di luar terapi kesehatan, hal terpenting adalah mau memahami dan menerima bahwa seks menurun seiring perjalanan hidup. (sumber : inilah.com)