13 September 2008

Dampak Menggugurkan Kandungan

Saya berusia 25 tahun dan sudah menikah. Yang ingin saya tanyakan, menggugurkan kandungan, meskipun baru tanda-tanda kehamilan, apa ada efek sampingannya, Dok?  Ira


Jawaban

Pertanyaan seperti ini sering ditanyakan oleh pasangan-pasangan muda, mungkin ada beberapa alternatif alasan. Alasan yang paling riil adalah ingin menunda dulu kehamilan demi karier, dan biasanya juga tuntutan dari tempat kerja.

Resiko menggugurkan kandungan sangat besar. Yang pertama, pada saat terjadinya kehamilan, kita tidak pernah tahu apakah rhesusnya kita dengan pasangan sesuai atau tidak. Sehingga ketika terjadi kehamilan, bisa jadi itu yang pertama dan terakhir keturunan kita. Kalau ada berikutnya, selalu ditolak karena reaksi penolakan dari tubuh. Ini dari rhesus golongan darah. Kalau kita gugurkan, berarti kemungkinan untuk mendapatkan keturunan berikutnya sudah sangat sulit.

Kedua, setiap tindakan, jangankan yang tidak steril, tindakan medis saja masih tetap punya resiko meskipun resikonya lebih minim ketimbang tindakan-tindakan yang tidak steril. Inipun saya pikir tidak ada dokter yang akan melakukan tindakan pengguguran tanpa indikasi dari resiko masalah hidup orang tua/ibunya.

Jadi kalau hanya karena alasan karier, tidak ada dokter yang mau melakukan karena yang akan dikeluarkan adalah nyawa, meskipun baru tanda-tanda terjadinya kehamilan. Makanya, paling sering pengguguran itu dilakukan secara ilegal. Biasanya tindakannya tidak steril, sehingga resiko terjadinya infeksi pada rahim sangat besar. Resiko kematian mungkin bisa diatasi, tapi resiko infeksi pada rahim, bagaimana mendapatkan keturunan berikutnya, sudah sangat sulit.

Ada orang yang pernah melakukan aborsi kesulitan mendapatkan keturunan lagi meski telah berobat kesana kemari, karena rahimnya tidak bisa menerima hasil pembuahan.

Tidak ada komentar: